Senin, 25 September 2017

Bekraf Gulirkan Program Ikkon Di Perbatasan

id PERBATASAN
 Bekraf Gulirkan Program Ikkon Di Perbatasan
Kepala Badan Ekonomi Kreatif BeKraf) Indonesia Triawan Munaf
Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Indonesia menggulirkan program inspiratif bertajuk Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) di Kota Atambua yang berbatasan dengan Timor Leste.
Kupang (Antara NTT) - Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Indonesia menggulirkan program inspiratif bertajuk Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) di Kota Atambua, Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Program ini pertama kalinya diluncurkan sejak 2016, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif, dan mengakomodir tingginya jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) yang turut menggerakkan roda perekonomian," kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraft) Indonesia, Triawan Munaf dalam rilis yang diterima Antara di Kupang, Selasa, (1/8).

IKKON merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Dalam pelaksanaannya diharapkan para peserta program IKKON dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi sehingga masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh manfaat secara etis (Ethical Benefit Sharing) berkelanjutan.

Secara lebih dekat, program IKKON berada dibawah naungan BeKraft yang mempunyai visi dalam membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada tahun 2030 mendatang, dan guna mencapai visi tersebut, BeKraf juga merancang misi yaitu dengan menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang mandiri.

"Disamping itu juga kita ciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri kreatif, mendorong inovasi di bidang kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di dunia internasional, membuka wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap hak kekayaan intelektual dan merancang dan melaksanakan strategi yang spesifik untuk menempatkan Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia," tambahnya.

Ia menambahkan sendiri menggulirkan program inspiratif bertajuk Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) itu tersebar di lima kota. Salah satunya Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Sementara kota lainnya adalah ialah Bojonegoro, Banyuwangi, Banjarmasin, dan Toraja Utara dan Belu.

Adapun untuk penyelenggaraan program IKKON 2017, itu difungsikan untuk mempercepat proses pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal di bidang kreatif di Indonesia, mempercepat peningkatan kualitas produk kreatif di daerah melalui kegiatan kolaboratif antara peserta program `IKKON' dengan para potensi kreatif lokal di sentra-sentra industri kreatif.

Selain itu, IKKON 2017 juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM, meningkatkan kualitas produk lokal yang khas dan berdaya saing serta terciptanya ekosistem kreatif yang kondusif di wilayah setempat.

Kemudian juga menjadi wadah bagi para peserta pelaku ekonomi kreatif untuk lebih memahami potensi lokal sebagai sumber inspirasi dalam berkarya yang saling membawa manfaat bagi kedua belah pihak serta berpotensi menyediakan bahan kajian untuk Pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Editor: Bernadus Tokan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga