Jumat, 22 September 2017

Pengangkutan Ikan Ekspor Terkendala Akses

id ikan
Pengangkutan Ikan Ekspor Terkendala Akses
Abdul Wahab Sidin
Aktivitas pengangkutan ikan untuk tujuan ekspor dari TPI Tenau menuju pelabuhan bongkar muat peti kemas yang ada di sebelahnya, masih sangat terbatas akibat akses jalan belum dibuka.
Kupang (Antara NTT) - Aktivitas pengangkutan ikan untuk tujuan ekspor dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tenau menuju pelabuhan bongkar muat peti kemas yang ada di sebelahnya, masih sangat terbatas akibat akses jalan belum dibuka.

"Kondisi jalan tanjakan di TPI Tenau membuat truk-truk kontainer tidak bisa mengangkut ikan dalam jumlah banyak sesuai kapasitas," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi HNSI Kota Kupang Abdul Wahab Sidin saat dihubungi Antara di Kupang, Senin.

Wahab yang juga nelayan yang berpangkalan di TPI Tenau itu menjelaskan, selama ini ekspor ikan dari TPI Tenau masih sekitar 20 fit dari idealnya 40 fit.

Hal itu, katanya, disebabkan oleh kondisi jalan yang menanjak cukup tajam sehingga membuat para supir truk-truk kontainer tidak berani mengangkut muatan sesuai kapasitas 40 fit.

"Bahkan ketika dipaksakan ada truk yang pernah terbanting akibat tidak bisa menanjak saat mengangkut ikan dari TPI Tenau," katanya.

Menurutnya, akses jalan yang lebih memungkinkan yakni secara langsung dari TPI Tenau menuju pelabuhan bongkar muat Tenau yang selama ini hanya dibatasi pagar.

Sementara itu, lanjutnya, pihak yang berwenang untuk membuka akses langsung tersebut yakni PT Pelindo III Tenau.

"Untuk itulah kami berahap Pelindo bisa buka akses langsung ini karena sangat membantu para nelayan maupun pengusaha di TPI Tenau," katanya.

Wahab mengatakan, kendala akses jalan itu sudah disampaikan langsung ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi saat berkunjung ke TPI Tenau tahun lalu.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur juga meminta PT Pelindo III Tenau Kupang untuk membuka akses jalan guna mendukung pengangkutan hasil produksi ikan dari TPI Tenau yang hanya dibatasi pagar itu.

"Kami berharap Pelindo bisa membuka akses langsung agar kontainer pengangkut ikan ekspor tidak perlu keluar dan memutar melewati jalan yang menanjak," kata Kepala Dinas DKP NTT Ganef Wurgiyanto di Kupang.

Menurutnya, kendala akses itu membuat aktivitas ekspor ikan dari hasil tangkapan nelayan yang masuk ke TPI Tenau menjadi belum efektif dan efisien.

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga