Senin, 25 September 2017

Mahasiswa Baru Ikut Kegiatan Wawasan Kebangsaan

id danrem
Mahasiswa Baru Ikut Kegiatan Wawasan Kebangsaan
Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa memberikan materi tentang Wawasan Kebangsaan kepada sejumlah mahasiswa baru dari Universitas Katolik Widya Mandira(Unwira)di Kupang.(Foto Antara/Kornelis Kaha)
"Bagi saya kegiatan wawasan kebangsaan ini sangat perlu dilakukan khususnya bagi geberasi muda saat ini. Karena banyak indikasi-indikasi yang dapat mempengaruhi generasi muda kita saat ini," kata Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.
Kupang (Antara NTT) - Sekitar 1.686 mahasiswa baru Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Kamis, didoktrin wawasan kebangsaannya oleh Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa guna menangkal berbagai paham radikalisme yang ada saat ini.

Jenderal berbintang satu itu mengatakan dirinya merasa perlu memberikan pemahaman soal wawasan kebangsaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa baru agar bisa terhindar dari berbagai hal yang berkaitan dengan radikalisme.

"Bagi saya kegiatan wawasan kebangsaan ini sangat perlu dilakukan khususnya bagi geberasi muda saat ini. Karena banyak indikasi-indikasi yang dapat mempengaruhi generasi muda kita saat ini," katanya saat ditemui di Gelanggang Olahraga Oepoi Kupang.

Mahasiswa baru menurutnya harus lebih fokus pada belajar agar bisa meraih cita-cita yang diinginkan. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar tidak terpengaruh dengan berbagai pengaruh yang dapat merusak cita-cita generasi muda bangsa.

Menurut Danrem Wirasakti berbagai konflik yang selama ini terjadi di Indonesia semuanya terjadi bermula dari generasi bangsa yang mudah terpengaruh dengan berbagai pengaruh-pengaruh buruk.

"Saya selalu berharap agar kelak anak-anak muda inilah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ke depannya. Sehingga apapun itu tugas utama belajar untuk mencapai cita-cita adalah hal utama yang harus dilakukan oleh mahasiswa," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut mantan Wakil Komandan Kopassus itu juga menjelaskan tentang situasi global saat ini terkait populasi dunia dan kebutuhan pangan serta energi. Danrem menggambarkan perbandingan jumlah penduduk dan ketersediaan pangan yang tidak seimbang.

Danrem juga menyinggung terkait gaya hidup anak muda masa kini yang banyak dipengaruhi kemajuan teknologi. Selanjutnya saat ini terjadinya konflik di dunia, 70 persen disebabkan oleh latar belakang energi.
"Energi tersebut terbatas tetapi menjadi rebutan hampir seluruh negara di dunia," tambahnya.

Menurutnya Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun walupun kaya akan sumber daya alamnya di satu sisi dapat menguntungkan Indonesia namun disisi lagi bisa juga menjadi kerawanan dan ancaman karena menjadi incaran pihak luar.

Ancaman lain terhadap eksistensi Indonesia adalah adanya ancaman bahaya masuknya narkoba dan sejenisnya yang jumlahnya cukup banyak dan tidak mudah dibendung.

"Bila ini dibiarkan maka Bangsa Indonesia akan mengalami kehilangan generasi muda yang dirusak oleh Narkoba. Oleh kerena itu mari kita jaga sendiri diri kita, jaga bangsa ini agar kelak tetap berdiri kokoh," demikian Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga