Senin, 25 September 2017

Dugaan Pencemaran Perairan Bolok Masih Diuji

id pencemaran
Dugaan Pencemaran Perairan Bolok Masih Diuji
PLTU Bolok di Kupang Barat, NTT difoto dari udara
"Kami sudah mengambil air laut sebagai sample dan sudah diserahkan ke Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk diuji," kata Muhammad Saleh Goro.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Muhammad Saleh Goro mengatakan, dugaan pencemaran di wilayah perairan laut Bolok, Kabupaten Kupang masih diuji.

"Kami sudah mengambil air laut sebagai sample dan sudah diserahkan ke Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk diuji. Setelah diuji baru bisa disimpulkan apakah benar ada pencemaran atau tidak," kata Saleh Goro kepada Antara di Kupang, Senin.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan respon DKP NTT terhadap keluhan warga Desa Bolok tentang adanya dugaan pencemaran air laut di perairan Bolok akibat proses bongkar muat batu bara di PLTU Bolok.

Dugaan pencemaran itu meresahkan para petani budidaya rumput laut di kawasan itu karena hasil panen terus berkurang.

Satu di antara warga Desa Bolok, Yos Holeng mangatakan, proses bongkar muat batubara di PLTU Bolok sangat memengaruhi laut di sekitar Desa Bolok.

"Batubara itu juga berpengaruh. Ini kan daerah angin jadi saat mereka bongkar muat sangat memengaruhi karena debunya itu bertebaran ke laut," kata Yos.

Sementara itu, warga Bolok lainnya, John Ngain mengatakan, pembuangan limbah saluran pembuangan PLTU Bolok berupa parit yang tersambung langsung ke laut.

"Pembuangan mesin PLTU Bolok itu berupa got atau parit yang langsung tembus ke laut dan itu bisa kita lihat dari luar lokasi atau dari laut. Kalau kita masuk dari lokasi baru di ujung pabrik pembuangannya tepat di samping pagar. Sepertinya itu air panas, tetapi batubara ini yang sangat berpengaruh ke laut," katanya Jhon.

Muhammad Saleh Goro mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima pengaduan dari warga sekitar kawasan industeri Bolok Kupang soal adanya dugaan pencemaran air laut di sekitar perairan itu.

Laporan itu kata dia, sudah ditindaklanjuti dengan melakukan patroli di wilayah perairan sekitar, termasuk mengambil sample air laut.

"Sample air sudah kami serahkan ke BLHD. Di BLHD nantinya akan ada proses pemeriksaan di laboratorium, sehingga kita menunggu saja hasil akhirnya," katanya menambahkan. 

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga