Senin, 25 September 2017

Pemerintah Optimistis Ketahanan Pangan 2017 Aman

id pangan
Pemerintah Optimistis Ketahanan Pangan 2017 Aman
Johanis Tay Ruba
Pemerintah Nusa Tenggara Timur sangat optimistis ketahanan pangan tahun 2017 tetap aman, sekalipun daerah ini sedang dilanda kekeringan.
Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Nusa Tenggara Timur sangat optimistis ketahanan pangan tahun 2017 tetap aman, sekalipun daerah ini sedang dilanda kekeringan.

"Kita sangat optimistis sekalipun ada beberapa daerah di NTT dilaporkan sedang mengalami darurat kekeringan, namun ketersediaan pangan masyarakat masih aman dalam tahun ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Johanis Tay Ruba kepada Antara di Kupang, Rabu.

Ia mengemukakan hal tersebut ketika ditanya soal antisipasi pemerintah NTT dalam mengatasi masalah kekeringan yang melanda sembilan dari 22 kabupaten/kota di NTT dan dampaknya terhadap ketahanan pangan rakyat.

"Memang ada laporan tentang bahaya kekeringan, namun ketersediaan pangan di tengah masyarakat NTT masih sangat memadai, sehingga tidak perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Ia menegaskan, kemarau yang melanda NTT saat ini termasuk kemarau basah yang tidak terlalu berdampak negatif terhadap ketahanan pangan masyarakat NTT.

Anis, demikian panggilan akrab Johanis Tay Ruba mengatakan pada musim tanam tahun 2016 lalu petani di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini telah memaksimalkan berbagai sumber air untuk pembangunan sektor pertanian sehingga hasil panen sangat melimpah.

"Curah hujan tahun 2016 hingga awal tahun 2017 sangat tinggi sehingga ketersediaan air untuk pertanian sangat melimpah pada musim tanam tahun ini," ujarnya.

Tingginya curah hujan tahun 2016/2017, tambahnya, berdampak pada penambahan luas wilayah lahan pertanian yang mencapai 336.000 haktare.

"Cadangan pangan hasil panen pada bulan Maret-Juni 2017 sangat melimpah sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTT tahun 2017," katanya.

Anis tidak menampik terdapat wilayah tertentu yang mengalami kekeringan karena keterbatasan air.

"Apabila ada lahan pertanian yang mengalami kekeringan mungkin hanya pada titik tertentu akibat jaringan irigasi yang rusak sehingga air irigasi tidak dapat dialirkan secara baik ke lokasi persawahan milik petani," kata Anis.

Namun, hal tersebut sama sekali tidak membawa dampak buruk terhadap sistem ketahanan pangan rakyat dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga