Nilai tukar Rupiah melemah
Senin, 21 November 2022 11:00 WIB
Ilustrasi: Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah di tengah ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).
Rupiah pagi ini melemah tujuh poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.691 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.684 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, (21/11/2022) mengatakan, belakangan ini sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat membaik dengan kenaikan indeks-indeks saham global.
"Membaiknya sentimen pasar ini karena berkembang ekspektasi bahwa bank sentral AS bakal melambatkan kenaikan suku bunga acuannya karena kenaikan inflasi AS mulai menurun," ujar Ariston.
Ariston menyampaikan di sisi lain beberapa pejabat The Fed pekan lalu memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed masih akan berlanjut karena tingkat inflasi AS masih tinggi.
"Ini yang turut memberikan tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah di akhir pekan kemarin," kata Ariston.
Dari dalam negeri, lanjut Ariston, masalah suplai dan permintaan dolar AS disinyalir juga menjadi pemicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
"Permintaan dolar AS cenderung meningkat menjelang akhir tahun untuk berbagai kebutuhan korporasi," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.7000-Rp15.730 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp15.650 per dolar AS.
Pada Jumat (18/11) lalu rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp15.684 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.663 per dolar AS.
Baca juga: Dolar AS menguat setelah penurunan tajam
Baca juga: Rupiah melemah terdampak jatuhya rudal Rusia di Polandia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah awal pekan melemah di tengah harapan perlambatan bunga The Fed
Rupiah pagi ini melemah tujuh poin atau 0,04 persen ke posisi Rp15.691 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.684 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, (21/11/2022) mengatakan, belakangan ini sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat membaik dengan kenaikan indeks-indeks saham global.
"Membaiknya sentimen pasar ini karena berkembang ekspektasi bahwa bank sentral AS bakal melambatkan kenaikan suku bunga acuannya karena kenaikan inflasi AS mulai menurun," ujar Ariston.
Ariston menyampaikan di sisi lain beberapa pejabat The Fed pekan lalu memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed masih akan berlanjut karena tingkat inflasi AS masih tinggi.
"Ini yang turut memberikan tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah di akhir pekan kemarin," kata Ariston.
Dari dalam negeri, lanjut Ariston, masalah suplai dan permintaan dolar AS disinyalir juga menjadi pemicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
"Permintaan dolar AS cenderung meningkat menjelang akhir tahun untuk berbagai kebutuhan korporasi," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.7000-Rp15.730 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp15.650 per dolar AS.
Pada Jumat (18/11) lalu rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp15.684 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.663 per dolar AS.
Baca juga: Dolar AS menguat setelah penurunan tajam
Baca juga: Rupiah melemah terdampak jatuhya rudal Rusia di Polandia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah awal pekan melemah di tengah harapan perlambatan bunga The Fed
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu membidik penguatan rupiah semester II 2026 lewat sinergi fiskal-moneter
10 June 2026 13:20 WIB
Nilai tukar rupiah masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan domestik
02 June 2026 11:53 WIB
Presiden menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 12:46 WIB
Menkeu meyakini rupiah menguat seiring dana asing masuk pasar obligasi Indonesia
20 May 2026 8:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
OJK: Pembukaan rekening massal bagi masyarakat strategis untuk keberlanjutan literasi
12 September 2026 19:10 WIB
Bulog NTT membantu penuhi kebutuhan pangan 54.517 keluarga di Kabupaten Kupang
12 September 2026 14:29 WIB