Nilai tukar Rupiah melemah
Selasa, 29 November 2022 18:30 WIB
Ilustrasi: Petugas menghitung uang dolar AS pada sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, (29/11/2022) sore melemah seiring berkurangnya kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN).
Rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp15.743 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.722 per dolar AS.
Analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelemahan rupiah didorong oleh sejumlah sentimen eksternal.
"Sentimen negatif internal masih menekan rupiah, dengan kepemilikan SBN pada investor asing tinggal 14 persen, turun dari tingkat tertinggi yang hampir mencapai 40 persen di 2019," ujar Lukman.
Selain itu, lanjut Lukman, investor juga mengantisipasi pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada Rabu (30/11) besok. Bank sentral AS itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin ketika bertemu pada 13-14 Desember mendatang.
Lukman menambahkan investor saat ini juga fokus pada perkembangan COVID-19 di China. "Pelaku pasar mengantisipasi Pemerintah China akan mulai melonggarkan zero-COVID policy mereka, yang memicu risk-on sentimen dan melemahkan dolar AS," ujar Lukman.
Dolar AS yang menguat di sesi sebelumnya karena meningkatnya kekhawatiran atas situasi COVID China, memangkas beberapa kenaikan semalam dan bergerak lebih rendah secara luas.
Saat ini timbul harapan adanya potensi pelonggaran dalam pembatasan pandemi ketat di negara itu menyusul episode kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan dari Pemerintah China mengatakan para ahli dari Komisi Kesehatan Nasional dan dua lembaga lain yang terlibat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit akan berbicara pada konferensi pers COVID pada Selasa pukul 15.00 waktu setempat.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.726 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.715 per dolar AS hingga Rp15.747 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp15.737 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.729 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi demo di China
Baca juga: Rupiah melemah menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah ditutup melemah, dipicu berkurangnya kepemilikan asing di SBN
Rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp15.743 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.722 per dolar AS.
Analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelemahan rupiah didorong oleh sejumlah sentimen eksternal.
"Sentimen negatif internal masih menekan rupiah, dengan kepemilikan SBN pada investor asing tinggal 14 persen, turun dari tingkat tertinggi yang hampir mencapai 40 persen di 2019," ujar Lukman.
Selain itu, lanjut Lukman, investor juga mengantisipasi pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada Rabu (30/11) besok. Bank sentral AS itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin ketika bertemu pada 13-14 Desember mendatang.
Lukman menambahkan investor saat ini juga fokus pada perkembangan COVID-19 di China. "Pelaku pasar mengantisipasi Pemerintah China akan mulai melonggarkan zero-COVID policy mereka, yang memicu risk-on sentimen dan melemahkan dolar AS," ujar Lukman.
Dolar AS yang menguat di sesi sebelumnya karena meningkatnya kekhawatiran atas situasi COVID China, memangkas beberapa kenaikan semalam dan bergerak lebih rendah secara luas.
Saat ini timbul harapan adanya potensi pelonggaran dalam pembatasan pandemi ketat di negara itu menyusul episode kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan dari Pemerintah China mengatakan para ahli dari Komisi Kesehatan Nasional dan dua lembaga lain yang terlibat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit akan berbicara pada konferensi pers COVID pada Selasa pukul 15.00 waktu setempat.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.726 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.715 per dolar AS hingga Rp15.747 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp15.737 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.729 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi demo di China
Baca juga: Rupiah melemah menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah ditutup melemah, dipicu berkurangnya kepemilikan asing di SBN
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Sri Mulyani sebut SBN ritel tersedia agar publik tak tertipu investasi ilegal
04 February 2023 6:05 WIB, 2023
BI catat ada Rp5,34 triliun modal asing keluar pada pekan keempat Januari
28 January 2022 15:13 WIB, 2022
Gubernur BI pastikan dampak tapering Fed tidak akan sebesar tahun 2013
19 August 2021 18:00 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KKP memastikan tenaga kerja lokal terlibat dalam proyek strategis tambak udang Waingapu
02 April 2026 16:03 WIB
Menkop: Kopdes merah putih akan dilengkapi dengan pos pengaduan perempuan dan anak
01 April 2026 7:39 WIB
Pemerintah menghimpun pajak sektor digital sebesar Rp2,08 triliun per Februari
01 April 2026 7:14 WIB