Sudan minta PBB tetapkan RSF sebagai kelompok teroris
Jumat, 22 September 2023 11:49 WIB
Arsip - Asap mengepul di udara dari sebuah gedung yang terbakar akibat bentrok antara angkatan bersenjata pemerintah Sudan dan kelompok paramiliter RSF di Khartoum, Sudan. (Xinhua)
Khartoum (ANTARA) - Panglima militer Sudan pada Kamis (21/8) meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menetapkan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sebagai kelompok teroris.
Permintaan itu disampaikan sang panglima yang juga merupakan ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, ketika ia berpidato pada sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York.
"Saya mendesak (masyarakat internasional) untuk mempertimbangkan agar kelompok ini, RSF, dinyatakan sebagai teroris," kata Burhan.
RSF, menurut Burhan, sudah merekrut ribuan tentara bayaran untuk bertempur bersama kelompok itu selama perang lima bulan di negara itu.
".... dan ini bisa menimbulkan konsekuensi serius di kawasan," ujarnya.
Burhan juga menuding beberapa negara di kawasan dan internasional mendukung RSF. Namun, ia tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud.
Ia, sementara itu, menyiratkan keterbukaan militer Sudan untuk melakukan perundingan berupa dialog nasional antara partai-partai politik.
Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemedti, mengatakan, ia bersedia mengakhiri perang dan mencari penyelesaian damai.
Dalam pidato kepada PBB pada Kamis, Hemedti menuding pemerintah lama Presiden Omar al-Bashir memegang kendali militer Sudan.
Ia juga menuduh bahwa kelompok-kelompok garis keras sedang berperang bersama Angkatan Bersenjata Sudan untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah lama.
Sejak perang mulai berlangsung di Sudan pada April tahun ini, sudah lebih dari empat juta orang yang mengungsi dan ribuan orang tewas.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sekitar 4,8 juta jiwa mengungsi akibat konflik Sudan
Baca juga: PBB kutuk aksi penjarahan pusat logistik WFP di Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sudan minta PBB tetapkan Pasukan Dukungan Cepat sebagai teroris
Permintaan itu disampaikan sang panglima yang juga merupakan ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, ketika ia berpidato pada sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York.
"Saya mendesak (masyarakat internasional) untuk mempertimbangkan agar kelompok ini, RSF, dinyatakan sebagai teroris," kata Burhan.
RSF, menurut Burhan, sudah merekrut ribuan tentara bayaran untuk bertempur bersama kelompok itu selama perang lima bulan di negara itu.
".... dan ini bisa menimbulkan konsekuensi serius di kawasan," ujarnya.
Burhan juga menuding beberapa negara di kawasan dan internasional mendukung RSF. Namun, ia tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud.
Ia, sementara itu, menyiratkan keterbukaan militer Sudan untuk melakukan perundingan berupa dialog nasional antara partai-partai politik.
Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemedti, mengatakan, ia bersedia mengakhiri perang dan mencari penyelesaian damai.
Dalam pidato kepada PBB pada Kamis, Hemedti menuding pemerintah lama Presiden Omar al-Bashir memegang kendali militer Sudan.
Ia juga menuduh bahwa kelompok-kelompok garis keras sedang berperang bersama Angkatan Bersenjata Sudan untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah lama.
Sejak perang mulai berlangsung di Sudan pada April tahun ini, sudah lebih dari empat juta orang yang mengungsi dan ribuan orang tewas.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sekitar 4,8 juta jiwa mengungsi akibat konflik Sudan
Baca juga: PBB kutuk aksi penjarahan pusat logistik WFP di Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sudan minta PBB tetapkan Pasukan Dukungan Cepat sebagai teroris
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI AL menyiapkan kapal rumah sakit untuk pasukan perdamaian di Palestina
12 February 2026 15:41 WIB
Mensesneg: Rencana pengiriman 8.000 pasukan perdamaian RI masih dimatangkan
11 February 2026 7:24 WIB
TNI: Empat kriteria khusus wajib dimiliki Komandan Pasukan Perdamaian Gaza
25 November 2025 13:35 WIB
Menhan: TNI siap mengirim pasukan perdamaian ke Gaza di bawah naungan PBB
20 November 2025 14:50 WIB
DK PBB menyetujui pembentukan pasukan internasional untuk stabilitas Gaza
18 November 2025 12:02 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB