Kupang (Antara NTT) - Komisi Pemilihan Umum Kota Kupang menambah audiens debat pasangan calon peserta Pilkada 2017 putaran kedua di wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, untuk memastikan lebih banyak peserta dalam kegiatan tersebut.

"Jika pada pelaksanaan debat pasangan calon yang pertama audiensnya sangat terbatas karena kondisi kapasitas ruangan studio di TVRI Kupang, maka kali ini sudah bisa ditambah karena mendapat lokasi lain yang lebih besar," kata Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo di Kupang, Kamis.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk pemanfaatan Aula El Tari milik pemerintah sebagai lokasi debat kandidat putaran kedua yang digelar pada Kamis ini.

"Koordinasi sudah dilakukan dan sudah mendapatkan kepastian dari Pak Sekda untuk penggunaan ruangan tersebut," katanya.

Dia menyebut tambahan audiens itu berasal dari para tokoh dan pengurus partai pengusung masing-masing pasangan calon, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.


"Kalau sebelumnya di Studio TVRI terbatas undangannya maka akan ditambah jumlahnya biar lebih banyak yang ikut dalam kegiatan tersebut," katanya.

Dia menjelaskan dengan memanfaatkan lokasi yang lebih besar, maka akan lebih membuka akses masyarakat bisa melihat langsung kegatan debat itu untuk kepentingan menentukan pilihannya.

Meskipun lokasi dipindahkan, katanya, debat kandidat akan tetap ditayangkan langsung oleh TVRI Kupang. "Juga disiar langsung oleh sejumlah stasiun radio di Kota Kupang yang antara lain RRI Kupang," katanya.

Terhadap tema debat, Marianus mengaku sudah disampaikan ke masing-masing pasangan calon, yaitu berkaitan dengan politik dan pemerintahan dengan subtema, antara lain reformasi birokrasi, penegakan hukum, masalah teroris, narkoba, serta pelayanan publik.

"Semua hal itu akan dibahas dalam debat tersebut yang juga masih menggunakan enam sesi," katanya. Dia berharap, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota lebih fokus menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam debat kandidat putaran kedua agar bisa tersampaikan ke masyarakat.

"Ini penting agar masyarakat di daerah ini bisa menangkap lebih detail seluruh program kerja lima tahun ke depan jika terpilih menjadi kepala daerah lima tahun mendatang," katanya.

Ia menjelaskan pendalaman program kerja yang disampaikan dalam debat akan lebih memberikan keuntungan bagi pasangan calon karena akan menjadi penentu bagi masyarakat dalam menetapkan pilihannya.

"Kalau penjelasan programnya masih di tataran umum maka akan menyulitkan pemilih menetapkan pilihannya karena pemilih belum melihat detail apa yang akan bermanfaat dari program para calon pemimpin itu di lima tahun mendatang. Makanya penting untuk disajikan mendalam dan tuntas," kata Marianus Minggo.

Pilkada Kota Kupang diikuti dua psangan calon, masing-masing nomor urut 1 Jefri Riwu Kore-Hermanus Man (Firmanmu) diusung Partai Demokrat, PAN, Gerindra, dan PPP, serta nomor urut 2 Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus diusung Partai Golkar, PDIP, Hanura, NasDem, dan PKB.