Pemprov NTT tolak label wisata halal bagi Labuan Bajo
Selasa, 7 Mei 2019 15:10 WIB
Salah satu destinasi wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang tengah didorong menjadi wisata halal. Namun, pemeritah dan gereja setempat menolak gagasan wisata halal tersebut untuk diterapkan bagi Labuan Bajo. (ANTARA FOTO/Ist).
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan tidak setuju atau menolak wacana penerapan label wisata halal di Labuan Bajo, Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores.
"Gubernur sendiri sudah memberikan penegasan bahwa tidak setuju dengan wacana label wisata halal di Labuan Bajo," kata Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Darmawa di Kupang, Selasa (7/5).
Menurut Wayan Darmawa, pemerintah pusat sebaiknya tidak memaksakan kehendak untuk menerapkan label wisata halal di wilayah paling barat Pulau Flores itu.
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Shana Fatina yang berbicara dalam acara sosialisasi paket wisata halal per 30 April 2019 menyatakan, konsep wisata halal diharapkan dapat membantu peningkatan kunjungan wisatawan.
"Selain itu, wisata halal tersebut diharapkan pula dapat memperluas pangsa pasar Labuan Bajo, khususnya bagi wisatawan Muslim," kata Shana Fatima.
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat secara terpisah mengecam rencana label wisata halal di Labuan Bajo. "Membranding wisata di Labuan Bajos, sama dengan mendatangkan konflik pada bisnis pariwisata yang bisa merambat ke konflik sosial lainnya.
"Mana ada wisata di NTT pakai halal, lalu nanti yang haram yang mana. Kalau ada wisata halal, berarti yang lain haram dong," kata Gubernur Laiskodat dan bersyukur, karena pariwisata Labuan Bajo, berkembang di tengah situasi masyarakat yang sangat kondusif dan nyaman untuk dikunjungi.
Baca juga: Jangan salah paham soal penolakan wisata halal
Baca juga: Wisata halal sudah bersahabat dengan NTT
"Gubernur sendiri sudah memberikan penegasan bahwa tidak setuju dengan wacana label wisata halal di Labuan Bajo," kata Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Darmawa di Kupang, Selasa (7/5).
Menurut Wayan Darmawa, pemerintah pusat sebaiknya tidak memaksakan kehendak untuk menerapkan label wisata halal di wilayah paling barat Pulau Flores itu.
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Shana Fatina yang berbicara dalam acara sosialisasi paket wisata halal per 30 April 2019 menyatakan, konsep wisata halal diharapkan dapat membantu peningkatan kunjungan wisatawan.
"Selain itu, wisata halal tersebut diharapkan pula dapat memperluas pangsa pasar Labuan Bajo, khususnya bagi wisatawan Muslim," kata Shana Fatima.
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat secara terpisah mengecam rencana label wisata halal di Labuan Bajo. "Membranding wisata di Labuan Bajos, sama dengan mendatangkan konflik pada bisnis pariwisata yang bisa merambat ke konflik sosial lainnya.
"Mana ada wisata di NTT pakai halal, lalu nanti yang haram yang mana. Kalau ada wisata halal, berarti yang lain haram dong," kata Gubernur Laiskodat dan bersyukur, karena pariwisata Labuan Bajo, berkembang di tengah situasi masyarakat yang sangat kondusif dan nyaman untuk dikunjungi.
Baca juga: Jangan salah paham soal penolakan wisata halal
Baca juga: Wisata halal sudah bersahabat dengan NTT
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Basarnas: Jasad diduga anak pelatih Valencia B ditemukan dalam bangkai kapal
07 January 2026 10:33 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB