Sekolah Diliburkan Akibat Bencana
Kamis, 9 Februari 2017 16:07 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Flores Timur Bernad Beda Keda
Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Senin (6/2) meliburkan anak-anak sekolah menyusul hujan disertai angin puting beliung memporak-porandakan wilayah itu.
"Sampai hari ini anak-anak masih kita liburkan. Kegiatan belajar mengajar baru dimulai kembali setelah angin meredah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Flores Timur Bernad Beda Keda kepada Antara, Kamis.
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan KBM di daerah itu, ditengah wilayah itu yang sedang dilanda bencana angin puting beliung.
Menurut dia, hingga hari ini angin puting beliung masih terjadi di wilayah itu, dan merusak fasilitas umum dan rumah-rumah warga.
Dia mengatakan, saat ini warga di daerah itu masih tetap waspada karena hujan disertai angin kencang masih saja terus terjadi di daerah.
Hujan deras disertai angin puting beliung, sejak Senin (6/2) memporakporandakan hampir seluruh wilayah di Flores Timur.
Ratusan rumah, terutama yang berada di sepanjang pesisir wilayah itu roboh dan pohon-pohon besar tumbang diterjang angin puting beliung.
Satu orang aparatur sipil negara (ASN) Jhoni Pati Diaz meninggal tertimpah pohon di jalan pulang kembali ke rumahnya.
Penjabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara secara terpisah mengatakan, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan, karena pemerintah masih fokus membantu warga yang mengalami kerusakan rumah.
"Kita masih fokus memberikan bantuan darurat. Setelah situasi redah baru dilakukan pendataan, sekaligus menghitung kerugian," katanya.
"Sampai hari ini anak-anak masih kita liburkan. Kegiatan belajar mengajar baru dimulai kembali setelah angin meredah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Flores Timur Bernad Beda Keda kepada Antara, Kamis.
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan KBM di daerah itu, ditengah wilayah itu yang sedang dilanda bencana angin puting beliung.
Menurut dia, hingga hari ini angin puting beliung masih terjadi di wilayah itu, dan merusak fasilitas umum dan rumah-rumah warga.
Dia mengatakan, saat ini warga di daerah itu masih tetap waspada karena hujan disertai angin kencang masih saja terus terjadi di daerah.
Hujan deras disertai angin puting beliung, sejak Senin (6/2) memporakporandakan hampir seluruh wilayah di Flores Timur.
Ratusan rumah, terutama yang berada di sepanjang pesisir wilayah itu roboh dan pohon-pohon besar tumbang diterjang angin puting beliung.
Satu orang aparatur sipil negara (ASN) Jhoni Pati Diaz meninggal tertimpah pohon di jalan pulang kembali ke rumahnya.
Penjabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara secara terpisah mengatakan, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan, karena pemerintah masih fokus membantu warga yang mengalami kerusakan rumah.
"Kita masih fokus memberikan bantuan darurat. Setelah situasi redah baru dilakukan pendataan, sekaligus menghitung kerugian," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel menjaga kualitas konektivitas selama libur Natal dan tahun baru
26 December 2025 19:11 WIB
Pemerintah berikan diskon tiket transportasi selama masa Natal dan Tahun Baru
15 December 2025 16:05 WIB
Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna bahas bencana-libur akhir tahun
15 December 2025 15:51 WIB
67.511 pemudik melintas melalui Bandara El Tari selama libur Lebaran 1446 Hijriah
14 April 2025 16:14 WIB
Lihat Juga
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB