Jokowi-Amin bukan lagi hanya milik pendukung paslon 01
Jumat, 28 Juni 2019 17:58 WIB
Sidang putusan atas sengketa pilpres oleh Majelis Hakim di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)
Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan, saat ini Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bukan lagi hanya milik koalisi parpol dan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01.
"Pesta demokrasi sudah selesai dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), maka saat ini Jokowi-Ma'ruf tidak lagi milik 01 saja, akan tetapi milik masyarakat karena (nantinya) sebagai presiden untuk semua," kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/6).
Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf Amin adalah milik seluruh rakyat sehingga kekuasaan harus untuk semua dan semua harus terwakili dalam kekuasaan. "Bahwa kemenangan adalah milik, namun harus dibagi-bagi karena dalam kultur politik kita tidak ada istilah yang kalah tersingkir atau jadi pecundang," katanya.
Karena itu, kata dia, Jokowi perlu memanfaatkan semua potensi anak bangsa untuk memajukan Indonesia dari segala aspek untuk kemakmuran rakyat negeri ini.
Dia mengatakan, tidak ada lagi friksi politik, kawan dan lawan karena rivalitas politik tidak harus dipelihara, tapi harus dihindari agar negara menjadi adem dan rakyat merasa nyaman. Presiden Jokowi berfoto bersama Presiden AS Donald Trump di sela acara KTT G20 Osaka. (ANTARA/Dok. Biro Pers Setpres/pri)
"Pesta demokrasi sudah selesai dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), maka saat ini Jokowi-Ma'ruf tidak lagi milik 01 saja, akan tetapi milik masyarakat karena (nantinya) sebagai presiden untuk semua," kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/6).
Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf Amin adalah milik seluruh rakyat sehingga kekuasaan harus untuk semua dan semua harus terwakili dalam kekuasaan. "Bahwa kemenangan adalah milik, namun harus dibagi-bagi karena dalam kultur politik kita tidak ada istilah yang kalah tersingkir atau jadi pecundang," katanya.
Karena itu, kata dia, Jokowi perlu memanfaatkan semua potensi anak bangsa untuk memajukan Indonesia dari segala aspek untuk kemakmuran rakyat negeri ini.
Dia mengatakan, tidak ada lagi friksi politik, kawan dan lawan karena rivalitas politik tidak harus dipelihara, tapi harus dihindari agar negara menjadi adem dan rakyat merasa nyaman. Presiden Jokowi berfoto bersama Presiden AS Donald Trump di sela acara KTT G20 Osaka. (ANTARA/Dok. Biro Pers Setpres/pri)
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Roy Suryo dkk mengajukan dilaksanakan gelar perkara khusus terkait kasus ijazah palsu
20 November 2025 14:49 WIB
Prabowo: Pembangunan RS Kardiologi Emirates Indonesia di Jateng inisiatif Jokowi
19 November 2025 13:13 WIB
Prabowo: Jokowi paling berjasa memulai proyek pabrik petrokimia Lotte di Cilegon
06 November 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Dewan Pers menerima 10 aduan per hari terkait pemberitaan, minta media jaga etika
08 February 2026 17:49 WIB