Militer Myanmar bersalah atas kekerasan 'membabi buta'
Selasa, 30 Maret 2021 11:14 WIB
Seorang pria berdiri di belakang barikade saat protes terhadap kup militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (27/3/2021). REUTERS/Stringer/hp/cfo (REUTERS/STRINGER)
Paris (ANTARA) - Pasukan keamanan Myanmar terbukti bersalah atas kekerasan "membabi buta dan mematikan" terhadap penduduk sipil negara tersebut, kata Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian pada Senin (29/3).
"Pasukan keamanan Burma menerobos aturan lain dengan kekerasan yang membabi buta dan mematikan pada Sabtu lalu, sekali lagi menggunakan senjata mereka melawan masyarakat dan menewaskan lebih dari 100 orang, di antaranya anak-anak yang masih kecil," kata Le Drian melalui pernyataan.
Le Drian menegaskan lagi seruannya kepada militer Myanmar agar menghentikan siklus mematikan dan melepaskan semua tahanan politik tanpa syarat.
Sedikitnya 510 warga sipil tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar dalam hampir dua bulan dalam upaya menghentikan protes menentang kudeta 1 Februari, menurut kelompok advokasi Assistance Association for Political Prisoners.
Baca juga: 164 orang tewas, junta Myanmar salahkan pengunjuk rasa
Baca juga: WNI putuskan tinggalkan Myanmar
Berdasarkan data kelompok tersebut, total korban tewas pada Sabtu (27/3), yang sejauh ini menjadi hari paling mematikan, bertambah menjadi 141 korban.
Sumber: Reuters
"Pasukan keamanan Burma menerobos aturan lain dengan kekerasan yang membabi buta dan mematikan pada Sabtu lalu, sekali lagi menggunakan senjata mereka melawan masyarakat dan menewaskan lebih dari 100 orang, di antaranya anak-anak yang masih kecil," kata Le Drian melalui pernyataan.
Le Drian menegaskan lagi seruannya kepada militer Myanmar agar menghentikan siklus mematikan dan melepaskan semua tahanan politik tanpa syarat.
Sedikitnya 510 warga sipil tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar dalam hampir dua bulan dalam upaya menghentikan protes menentang kudeta 1 Februari, menurut kelompok advokasi Assistance Association for Political Prisoners.
Baca juga: 164 orang tewas, junta Myanmar salahkan pengunjuk rasa
Baca juga: WNI putuskan tinggalkan Myanmar
Berdasarkan data kelompok tersebut, total korban tewas pada Sabtu (27/3), yang sejauh ini menjadi hari paling mematikan, bertambah menjadi 141 korban.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Asia U-20 Putri: Indonesia di posisi ketiga klasemen sementara
07 August 2025 7:53 WIB
Kemhan berhasil memulangkan selebgram Arnold Putra yang sempat ditahan di Myanmar
22 July 2025 11:28 WIB
Korban tewas akibat gempa di Myanmar melonjak, junta minta bantuan internasional
29 March 2025 2:49 WIB
Gempa Myanmar-Thailand menewaskan sedikitnya 26 orang dan 43 lainnya terluka
28 March 2025 21:25 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB