Rupiah Rabu sore ditutup stagnan
Rabu, 2 Juni 2021 17:33 WIB
Dokumentasi - Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore, ditutup stagnan pasca Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Mei 2021.
Rupiah ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.280 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi masih terjaga hari ini sehingga rupiah sempat menguat.
Namun, rilis data inflasi Mei 2021 yang tercatat 0,32 persen (mom) atau 1,67 persen (yoy) menahan penguatan rupiah.
"Angka inflasi tersebut juga menahan pelemahan rupiah karena menunjukkan kondisi inflasi Indonesia yang masih cukup stabil," ujar Ariston.
Di sisi lain, naiknya kembali imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke 1,6 persen juga menahan penguatan rupiah.
Saat ini imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di posisi 1,608 persen.
"Kenaikan yield ini seiring dengan ekspektasi kenaikan inflasi di AS. Data indikator inflasi yang dirilis Jumat kemarin menunjukkan kenaikan year on year 3,1 persen di bulan April," kata Ariston.
Baca juga: IHSG Rabu sore ditutup menguat diiringi berlanjutnya aksi beli asing
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 90,146, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu 89,831.
Baca juga: Emas turun tipis terseret data ekonomi positif
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.263 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.253 per dolar AS hingga Rp14.290 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu menguat menjadi Rp14.276 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.292 per dolar AS.
Rupiah ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.280 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi masih terjaga hari ini sehingga rupiah sempat menguat.
Namun, rilis data inflasi Mei 2021 yang tercatat 0,32 persen (mom) atau 1,67 persen (yoy) menahan penguatan rupiah.
"Angka inflasi tersebut juga menahan pelemahan rupiah karena menunjukkan kondisi inflasi Indonesia yang masih cukup stabil," ujar Ariston.
Di sisi lain, naiknya kembali imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke 1,6 persen juga menahan penguatan rupiah.
Saat ini imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di posisi 1,608 persen.
"Kenaikan yield ini seiring dengan ekspektasi kenaikan inflasi di AS. Data indikator inflasi yang dirilis Jumat kemarin menunjukkan kenaikan year on year 3,1 persen di bulan April," kata Ariston.
Baca juga: IHSG Rabu sore ditutup menguat diiringi berlanjutnya aksi beli asing
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 90,146, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu 89,831.
Baca juga: Emas turun tipis terseret data ekonomi positif
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.263 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.253 per dolar AS hingga Rp14.290 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu menguat menjadi Rp14.276 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.292 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu membidik penguatan rupiah semester II 2026 lewat sinergi fiskal-moneter
10 June 2026 13:20 WIB
Nilai tukar rupiah masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan domestik
02 June 2026 11:53 WIB
Presiden menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 12:46 WIB
Menkeu meyakini rupiah menguat seiring dana asing masuk pasar obligasi Indonesia
20 May 2026 8:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
OJK: Pembukaan rekening massal bagi masyarakat strategis untuk keberlanjutan literasi
12 September 2026 19:10 WIB
Bulog NTT membantu penuhi kebutuhan pangan 54.517 keluarga di Kabupaten Kupang
12 September 2026 14:29 WIB