China desak dunia bangun 'Tembok Besar Imunitas' melawan corona
Sabtu, 3 Juli 2021 18:36 WIB
Para wisudawan, termasuk mahasiswa yang tahun lalu tidak dapat hadir karena pandemi COVID-19, menghadiri upacara wisuda di Central China Normal University, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Sabtu (13/6/2021). Gambar diambil 13 Juni 2021. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/rwa.
Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Sabtu mendesak masyarakat internasional membangun "Tembok Besar Imunitas" untuk memerangi pandemi virus corona.
"Kita harus menghadapi tantangan bersama," kata Wang, yang juga anggota Dewan Negara atau kabinet di hadapan Forum Perdamaian Dunia ke-9 di Universitas Tsinghua di ibu kota China.
"Prioritas yang paling mendesak adalah mempercepat pembangunan 'Tembok Besar Imunitas' untuk menangkal virus, melewati diskriminasi politik, dan melakukan kerja sama internasional anti pandemi ."
China, negara tempat virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan pada akhir 2019, memasok lebih dari 480 juta dosis vaksin COVID-19 ke berbagai negara.
Baca juga: Varian Delta tak butuh karantina lama
Wang mengatakan mereka akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas dan jangkauan vaksin di negara-negara berkembang.
Baca juga: Puing-puing roket terbesar China kembali masuk atmosfer
Hingga Jumat (2/7), China telah menyuntikkan total 1,28 miliar dosis vaksin COVID-19. (Reuters)
"Kita harus menghadapi tantangan bersama," kata Wang, yang juga anggota Dewan Negara atau kabinet di hadapan Forum Perdamaian Dunia ke-9 di Universitas Tsinghua di ibu kota China.
"Prioritas yang paling mendesak adalah mempercepat pembangunan 'Tembok Besar Imunitas' untuk menangkal virus, melewati diskriminasi politik, dan melakukan kerja sama internasional anti pandemi ."
China, negara tempat virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan pada akhir 2019, memasok lebih dari 480 juta dosis vaksin COVID-19 ke berbagai negara.
Baca juga: Varian Delta tak butuh karantina lama
Wang mengatakan mereka akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas dan jangkauan vaksin di negara-negara berkembang.
Baca juga: Puing-puing roket terbesar China kembali masuk atmosfer
Hingga Jumat (2/7), China telah menyuntikkan total 1,28 miliar dosis vaksin COVID-19. (Reuters)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo memastikan akan investasi besar-besaran di sektor pendidikan
29 April 2026 12:51 WIB
Menkop : Penguatan koperasi merupakan agenda besar pendiri Republik Indonesia
27 April 2026 8:14 WIB
Ganda putri Indonesia Janice Tjen/Aldila Sutjiadi ke 16 besar Madrid Open 2026
24 April 2026 11:15 WIB
BMKG mendeteksi potensi hujan petir guyur sejumlah kota besar di Indonesia hari ini
21 April 2026 11:59 WIB