EU ingin setujui sanksi terhadap pemimpin Lebanon
Selasa, 13 Juli 2021 10:54 WIB
Pengunjuk rasa duduk di jalan dekat ban yang dibakar saat memprotes jatuhnya mata uang pound Lebanon dan memuncaknya kesulitan ekonomi, di Sidon, Lebanon, Maret 2021. (ANTARA/Reuters/Aziz Thaher)
Paris (ANTARA) - Uni Eropa (EU) pada Senin (12/7) menyatakan keinginannya untuk menyetujui kerangka hukum pengaturan sanksi terhadap para pemimpin Lebanon pada akhir Juli, tetapi memperingatkan bahwa tindakan itu tidak akan segera dilaksanakan.
Dipimpin oleh Prancis, EU berusaha untuk meningkatkan tekanan pada politisi Lebanon yang bertengkar setelah 11 bulan krisis yang telah membuat Lebanon menghadapi keambrukan keuangan, hiperinflasi, pemadaman listrik, dan kekurangan bahan bakar dan makanan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk menegakkan pemerintahan Lebanon yang stabil dan mampu melakukan reformasi penting untuk bangkit dari kekacauan politik dan keruntuhan ekonomi selama hampir satu tahun menyusul ledakan yang menghancurkan pelabuhan Beirut.
"Dapat saya katakan bahwa tujuannya adalah untuk menyelesaikan ini pada akhir bulan. Saya tidak berbicara tentang penerapan pengaturan sanksi, hanya penyusunan pengaturan sanksi yang sesuai dengan dasar hukum yang kuat," kata kepala kebijakan luar negeri EU Josep Borrell kepada wartawan di Brussel.
Hampir setahun setelah ledakan 4 Agustus yang menewaskan lebih dari 200 orang, melukai ribuan, dan menghancurkan sebagian besar ibu kota, Lebanon masih dipimpin oleh pemerintah sementara.
"Lebanon berada dalam mode penghancuran diri selama beberapa bulan," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kepada wartawan di Brussels. "Sekarang ada situasi darurat besar bagi penduduk yang dalam kesulitan."
Baca juga: Militer Israel balas gempur Lebanon
EU pertama-tama perlu membentuk pengaturan sanksi yang bisa membuat individu terkena larangan perjalanan dan pembekuan aset, meskipun mungkin juga memutuskan untuk tidak segera mendaftarkan siapa pun.
Baca juga: EU akan beri sanksi kepada 11 orang terlibat kudeta Myanmar
Le Drian mengatakan sekarang ada konsensus di antara 27 negara blok itu untuk sebuah pengaturan (sanksi).
Kriteria sanksi EU, seperti larangan bepergian dan pembekuan aset bagi politisi Lebanon, kemungkinan besar mencakup korupsi, menghalangi upaya untuk membentuk pemerintahan, pelanggaran keuangan, dan pelanggaran hak asasi manusia, menurut catatan diplomatik yang dilihat oleh Reuters. (Ant/Rtr)
Dipimpin oleh Prancis, EU berusaha untuk meningkatkan tekanan pada politisi Lebanon yang bertengkar setelah 11 bulan krisis yang telah membuat Lebanon menghadapi keambrukan keuangan, hiperinflasi, pemadaman listrik, dan kekurangan bahan bakar dan makanan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk menegakkan pemerintahan Lebanon yang stabil dan mampu melakukan reformasi penting untuk bangkit dari kekacauan politik dan keruntuhan ekonomi selama hampir satu tahun menyusul ledakan yang menghancurkan pelabuhan Beirut.
"Dapat saya katakan bahwa tujuannya adalah untuk menyelesaikan ini pada akhir bulan. Saya tidak berbicara tentang penerapan pengaturan sanksi, hanya penyusunan pengaturan sanksi yang sesuai dengan dasar hukum yang kuat," kata kepala kebijakan luar negeri EU Josep Borrell kepada wartawan di Brussel.
Hampir setahun setelah ledakan 4 Agustus yang menewaskan lebih dari 200 orang, melukai ribuan, dan menghancurkan sebagian besar ibu kota, Lebanon masih dipimpin oleh pemerintah sementara.
"Lebanon berada dalam mode penghancuran diri selama beberapa bulan," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kepada wartawan di Brussels. "Sekarang ada situasi darurat besar bagi penduduk yang dalam kesulitan."
Baca juga: Militer Israel balas gempur Lebanon
EU pertama-tama perlu membentuk pengaturan sanksi yang bisa membuat individu terkena larangan perjalanan dan pembekuan aset, meskipun mungkin juga memutuskan untuk tidak segera mendaftarkan siapa pun.
Baca juga: EU akan beri sanksi kepada 11 orang terlibat kudeta Myanmar
Le Drian mengatakan sekarang ada konsensus di antara 27 negara blok itu untuk sebuah pengaturan (sanksi).
Kriteria sanksi EU, seperti larangan bepergian dan pembekuan aset bagi politisi Lebanon, kemungkinan besar mencakup korupsi, menghalangi upaya untuk membentuk pemerintahan, pelanggaran keuangan, dan pelanggaran hak asasi manusia, menurut catatan diplomatik yang dilihat oleh Reuters. (Ant/Rtr)
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Soal Greenland: Uni Eropa menegaskan kedaulatan bukan untuk diperdagangkan
21 January 2026 12:10 WIB
Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland
17 January 2026 10:32 WIB
Timnas Inggris tim Eropa pertama lolos ke Piala Dunia 2026 usai sikat Latvia
15 October 2025 9:48 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Jerman kembali ke jalur kemenangan setelah hajar Irlandia Utara 3-1
08 September 2025 10:35 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Spanyol cetak kemenangan telak 6-0 ketika bertandang ke markas Turki
08 September 2025 10:34 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Belgia berpesta gol, Belanda diimbangi Polandia
05 September 2025 11:16 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB