Inggris dikabarkan bakal bekerja dengan Taliban jika menguasai Afghanistan
Rabu, 14 Juli 2021 10:34 WIB
Anggota Taliban menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah Afghanistan saat bergabung dalam program perdamaian di Herat, 24 Juni 2021. (REUTERS)
London (ANTARA) - Inggris akan bekerja dengan Taliban jika mereka masuk dalam pemerintahan Afghanistan, kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada Daily Telegraph dalam wawancara yang dimuat pada Selasa (13/7).
"Siapa pun pemerintahnya saat ini, sepanjang mengikuti norma-norma internasional, pemerintah Inggris akan terlibat dengan mereka," kata Wallace seperti dikutip surat kabar itu.
Namun, Wallace memperingatkan bahwa Inggris akan meninjau ulang hubungan dengan siapa pun "jika mereka berperilaku dengan cara yang sangat bertentangan dengan hak asasi manusia".
Kelompok Taliban yang pernah memerintah Afghanistan dengan tangan besi pada 1996-2001 telah bertempur selama 20 tahun untuk menjatuhkan pemerintah dukungan Barat di Kabul.
Didorong oleh penarikan pasukan asing yang berlangsung hingga September, kelompok pemberontak Muslim Sunni itu membuat tekanan baru dengan mengepung kota-kota dan merebut wilayah.
Dalam wawancaranya dengan Telegraph, Wallace menyadari bahwa rencana bekerja dengan Taliban akan menimbulkan kontroversi.
"Apa yang (Taliban) sangat inginkan adalah pengakuan internasional. Mereka butuh kekuatan finansial dan dukungan untuk membangun bangsa, dan Anda tak bisa melakukan itu dengan memakai balaclava teroris di kepala," katanya.
"Anda harus menjadi mitra perdamaian jika tidak ingin dikucilkan. Pengucilan akan mengembalikan mereka ke tempat sebelumnya," tambahnya.
Wallace meminta agar Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Gani bekerja sama untuk menciptakan stabilitas bagi negara mereka yang dilanda konflik selama puluhan tahun.
Baca juga: Pasukan Afghanistan tangkis serangan Taliban
Pemimpin senior Afghanistan akan terbang ke Doha untuk berunding dengan Taliban pekan ini.
Baca juga: Presiden Biden akan bahas masalah Afghanistan saat Taliban kuasai wilayah
Kelompok pemberontak itu bersikap keras terhadap perundingan. Mereka bahkan memperingatkan Turki yang berencana mempertahankan pasukan mereka di Afghanistan untuk menjaga bandara utama Kabul.
Pemimpin Taliban pekan lalu mengatakan mereka telah menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan. (Antara/Rtr)
"Siapa pun pemerintahnya saat ini, sepanjang mengikuti norma-norma internasional, pemerintah Inggris akan terlibat dengan mereka," kata Wallace seperti dikutip surat kabar itu.
Namun, Wallace memperingatkan bahwa Inggris akan meninjau ulang hubungan dengan siapa pun "jika mereka berperilaku dengan cara yang sangat bertentangan dengan hak asasi manusia".
Kelompok Taliban yang pernah memerintah Afghanistan dengan tangan besi pada 1996-2001 telah bertempur selama 20 tahun untuk menjatuhkan pemerintah dukungan Barat di Kabul.
Didorong oleh penarikan pasukan asing yang berlangsung hingga September, kelompok pemberontak Muslim Sunni itu membuat tekanan baru dengan mengepung kota-kota dan merebut wilayah.
Dalam wawancaranya dengan Telegraph, Wallace menyadari bahwa rencana bekerja dengan Taliban akan menimbulkan kontroversi.
"Apa yang (Taliban) sangat inginkan adalah pengakuan internasional. Mereka butuh kekuatan finansial dan dukungan untuk membangun bangsa, dan Anda tak bisa melakukan itu dengan memakai balaclava teroris di kepala," katanya.
"Anda harus menjadi mitra perdamaian jika tidak ingin dikucilkan. Pengucilan akan mengembalikan mereka ke tempat sebelumnya," tambahnya.
Wallace meminta agar Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Gani bekerja sama untuk menciptakan stabilitas bagi negara mereka yang dilanda konflik selama puluhan tahun.
Baca juga: Pasukan Afghanistan tangkis serangan Taliban
Pemimpin senior Afghanistan akan terbang ke Doha untuk berunding dengan Taliban pekan ini.
Baca juga: Presiden Biden akan bahas masalah Afghanistan saat Taliban kuasai wilayah
Kelompok pemberontak itu bersikap keras terhadap perundingan. Mereka bahkan memperingatkan Turki yang berencana mempertahankan pasukan mereka di Afghanistan untuk menjaga bandara utama Kabul.
Pemimpin Taliban pekan lalu mengatakan mereka telah menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan. (Antara/Rtr)
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Inggris - Arsenal menangi derbi London Utara dengan menelan Tottenham
23 February 2026 12:13 WIB
Liga Inggris - Manchester City kalahkan Newcastle, dekatkan jarak dengan Arsenal
22 February 2026 10:52 WIB
Inggris mengkaji pencabutan hak eks Pangeran Andrew mewarisi takhta kerajaan
21 February 2026 17:07 WIB
Piala FA - Newcastle ke putaran selanjutnya setelah tundukkan Aston Villa
15 February 2026 10:54 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Ancam kenakan tarif lebih tinggi, Donald Trump sebut tidak perlu restu kongres
24 February 2026 2:49 WIB
Seorang pria AS ditembak mati karena berupaya memasuki kediaman Trump di Florida
23 February 2026 12:20 WIB
Inggris mengkaji pencabutan hak eks Pangeran Andrew mewarisi takhta kerajaan
21 February 2026 17:07 WIB
Trump mengumumkan tarif impor global 10 persen seusai MA menolak tarif lama
21 February 2026 16:55 WIB