AS terus membantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Senin, 26 Juli 2021 12:13 WIB
Arsip foto - Sebuah kendaraan tempur Humvee milik Pasukan Khusus Afghanistan hancur saat pertempuran melawan Taliban di Provinsi Kandahar, Afghanistan, Selasa (13/7/2021). (ANTARA/Reuters)
Kabul (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) akan terus melakukan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan menghadapi serangan gerilyawan Taliban, kata seorang komandan regional AS pada Minggu (25/7).
Taliban telah meningkatkan serangannya dalam beberapa pekan terakhir, merebut distrik-distrik pedesaan dan ibu kota-ibu kota provinsi di sekitarnya.
Rentetan serangan itu berlangsung setelah Presiden AS Joe Biden pada April mengatakan akan menarik pasukan AS dari Afghanistan hingga September yang mengakhiri 20 tahun kehadiran militer asing di negara itu.
"Amerika Serikat telah meningkatkan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir dan kami siap melanjutkannya selama beberapa pekan ke depan jika Taliban terus melakukan serangan," kata jenderal marinir Kenneth "Frank" McKenzie dalam konferensi pers di Kabul.
McKenzie, pemimpin Komando Pusat AS yang mengendalikan pasukan AS di kawasan yang mencakup Afghanistan, menolak mengatakan apakah pasukan AS akan melanjutkan serangan udara setelah misi militer mereka berakhir pada 31 Agustus.
"Pemerintah Afghanistan menghadapi ujian keras dalam beberapa hari ke depan... Taliban berusaha menciptakan keniscayaan terhadap serangan mereka," kata dia.
Namun, dia menambahkan bahwa kemenangan Taliban bukan tak bisa dihindari dan sebuah solusi politik tetap menjadi kemungkinan.
Pemerintah Afghanistan dan perunding Taliban telah bertemu di Doha, Qatar, dalam beberapa pekan terakhir, meski para diplomat mengatakan hanya ada sedikit tanda-tanda proses substantif sejak pembicaraan perdamaian mulai digelar pada September lalu.
Kalah dalam penguasaan wilayah, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban dengan memusatkan pasukan di sekitar daerah paling kritis seperti Kabul, kota-kota lain, penyeberangan perbatasan, dan infrastruktur vital, kata pejabat Afghanistan dan AS.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Sabtu (24/7) bahwa tugas utama pasukan Afghanistan adalah untuk memastikan mereka mampu memperlambat momentum Taliban sebelum mencoba merebut kembali wilayah yang jatuh.
Baca juga: AS segera mulai evakuasi warga Afghanistan yang terancam
McKenzie mengatakan kemungkinan akan ada peningkatan kekerasan setelah jeda hari raya Islam pekan ini. Dia juga mengatakan Taliban dapat mengalihkan fokusnya ke pusat-pusat kota yang pada penduduk.
Baca juga: Afghanistan ubah strategi perang akibat banyak wilayah dikuasai Taliban
"Mereka harus berurusan dengan kota-kota itu jika ingin mencoba dan merebut kembali kekuasaan," kata dia. "Saya tidak berpikir itu kesimpulan yang pasti bahwa mereka mampu menaklukkan kota-kota ini. (Ant/Rrs)
Taliban telah meningkatkan serangannya dalam beberapa pekan terakhir, merebut distrik-distrik pedesaan dan ibu kota-ibu kota provinsi di sekitarnya.
Rentetan serangan itu berlangsung setelah Presiden AS Joe Biden pada April mengatakan akan menarik pasukan AS dari Afghanistan hingga September yang mengakhiri 20 tahun kehadiran militer asing di negara itu.
"Amerika Serikat telah meningkatkan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir dan kami siap melanjutkannya selama beberapa pekan ke depan jika Taliban terus melakukan serangan," kata jenderal marinir Kenneth "Frank" McKenzie dalam konferensi pers di Kabul.
McKenzie, pemimpin Komando Pusat AS yang mengendalikan pasukan AS di kawasan yang mencakup Afghanistan, menolak mengatakan apakah pasukan AS akan melanjutkan serangan udara setelah misi militer mereka berakhir pada 31 Agustus.
"Pemerintah Afghanistan menghadapi ujian keras dalam beberapa hari ke depan... Taliban berusaha menciptakan keniscayaan terhadap serangan mereka," kata dia.
Namun, dia menambahkan bahwa kemenangan Taliban bukan tak bisa dihindari dan sebuah solusi politik tetap menjadi kemungkinan.
Pemerintah Afghanistan dan perunding Taliban telah bertemu di Doha, Qatar, dalam beberapa pekan terakhir, meski para diplomat mengatakan hanya ada sedikit tanda-tanda proses substantif sejak pembicaraan perdamaian mulai digelar pada September lalu.
Kalah dalam penguasaan wilayah, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban dengan memusatkan pasukan di sekitar daerah paling kritis seperti Kabul, kota-kota lain, penyeberangan perbatasan, dan infrastruktur vital, kata pejabat Afghanistan dan AS.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Sabtu (24/7) bahwa tugas utama pasukan Afghanistan adalah untuk memastikan mereka mampu memperlambat momentum Taliban sebelum mencoba merebut kembali wilayah yang jatuh.
Baca juga: AS segera mulai evakuasi warga Afghanistan yang terancam
McKenzie mengatakan kemungkinan akan ada peningkatan kekerasan setelah jeda hari raya Islam pekan ini. Dia juga mengatakan Taliban dapat mengalihkan fokusnya ke pusat-pusat kota yang pada penduduk.
Baca juga: Afghanistan ubah strategi perang akibat banyak wilayah dikuasai Taliban
"Mereka harus berurusan dengan kota-kota itu jika ingin mencoba dan merebut kembali kekuasaan," kata dia. "Saya tidak berpikir itu kesimpulan yang pasti bahwa mereka mampu menaklukkan kota-kota ini. (Ant/Rrs)
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PemerintahTaliban bantah klaim PBB terkait teroris muncul agi di Afghanistan
28 August 2023 12:29 WIB, 2023
Penghapusan pendidikan bagi perempuan di Afghanistan diskriminatif, kata PBB
22 March 2023 6:51 WIB, 2023
Taliban perintahkan sekolah di Afghanistan tetap ditutup bagi perempuan
23 March 2022 15:58 WIB, 2022
PBB sebut Hampir 400 warga sipil tewas sejak Taliban ambil alih Afghanistan
08 March 2022 20:17 WIB, 2022
Afghanistan alami krisis ekonomi, Taliban bayar pegawai dengan gandum
12 January 2022 13:00 WIB, 2022
Pemimpin tertinggi Taliban muncul di depan publik setelah diisukan meninggal
31 October 2021 19:59 WIB, 2021
Taliban tak diizinkan akses dana cadangan di bank sentral Afghanistan
20 October 2021 11:16 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB