Pendukung Barcelona ajukan gugatan cegah Messi pindah
Selasa, 10 Agustus 2021 4:54 WIB
Pesepak bola Barcelona asal Argentina Lionel Messi tiba untuk konperensi pers perpisahan dirinya dengan Barcelona, di 1899 Auditorium, Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Minggu (8/8/2021). Messi yang bergabung dengan Barcelona sejak tahun 2004 dikabarkan akan bergabung dengan PSG Prancis. ANTARA FOTO/Reuters-Albert Gea/hp.
Jakarta (ANTARA) - Seorang pendukung Barcelona telah mengajukan gugatan kepada pengadilan Prancis dan Komisi Eropa dengan tujuan menghalangi kemungkinan Lionel Messi pindah ke Paris St Germain.
Dokumen yang dilihat Reuters, Senin, (9/8) menunjukkan bahwa gugatan yang dibagikan oleh pengacara seorang pendukung Barcelona bernama Juan Branco mengatakan bahwa otoritas sepak bola Prancis tak bisa menegakkan aturan financial fair play (FFP) karena malah membantu PSG menjadi kekuatan sepak bola Eropa.
Barcelona, seperti rival utamanya di La Liga, Real Madrid, sepenuhnya dimiliki oleh para penggemar yang membayar iuran yang dikenal dengan "socios".
Gugatan itu menyebutkan bahwa aturan FFP melarang klub-klub sepak bola top Eropa belanja pemain melebihi total pendapatan mereka, selain menyebut transfer Messike PSG berpotensi melanggar aturan FFP itu.
Eksekutif Uni Eropa membenarkan telah menerima gugatan itu.
"Komisi sedang menilai aduan itu menurut prosedur standarnya," kata seorang juru bicara seperti dikutip Reuters.
PSG dan liga sepak bola profesional Prancis LFP enggan menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Sam Boor, seorang manajer senior pada divisi bisnis olahraga Deloitte, mengatakan kepada Reuters April lalu bahwa badan sepak bola Eropa UEFA biasanya menyebutkan rasio upah terhadap pendapatan 70 persen harus menjadi batas atas yang ditargetkan klub. Namun sejumlah klub besar mungkin melewati angka itu dan bahkan dalam jangka pendek mungkin melanggar sampai angka 100 persen.
Menurut gugatan itu, setiap transfer Messi dari Barcelona kepada PSG akan menimbulkan distorsi persaingan dengan liga-liga nasional lainnya dan akan merugikan penggemar Barcelona.
Baca juga: Lionel Messi akui dapat banyak tawaran tapi tak bisa konfirmasi lebih jauh
Distorsi ini akan mempengaruhi persaingan pasar sepak bola di Uni Eropa, kata gugatan yang diajukan kepada badan eksekutif Uni Eropa. Dan oleh karena itu dikategorikan sebagai bantuan negara yang melanggar hukum.
Komisi Eropa bisa memerintahkan pemerintah-pemerintah anggota Uni Eropa agar mencabut kembali bantuan negara jika terbukti memberikan keuntungan yang tidak adil kepada perusahaan-perusahaan.
Baca juga: Messi akhirnya ucapkan perpisahan kepada Barcelona
Dokumen yang dilihat Reuters, Senin, (9/8) menunjukkan bahwa gugatan yang dibagikan oleh pengacara seorang pendukung Barcelona bernama Juan Branco mengatakan bahwa otoritas sepak bola Prancis tak bisa menegakkan aturan financial fair play (FFP) karena malah membantu PSG menjadi kekuatan sepak bola Eropa.
Barcelona, seperti rival utamanya di La Liga, Real Madrid, sepenuhnya dimiliki oleh para penggemar yang membayar iuran yang dikenal dengan "socios".
Gugatan itu menyebutkan bahwa aturan FFP melarang klub-klub sepak bola top Eropa belanja pemain melebihi total pendapatan mereka, selain menyebut transfer Messike PSG berpotensi melanggar aturan FFP itu.
Eksekutif Uni Eropa membenarkan telah menerima gugatan itu.
"Komisi sedang menilai aduan itu menurut prosedur standarnya," kata seorang juru bicara seperti dikutip Reuters.
PSG dan liga sepak bola profesional Prancis LFP enggan menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Sam Boor, seorang manajer senior pada divisi bisnis olahraga Deloitte, mengatakan kepada Reuters April lalu bahwa badan sepak bola Eropa UEFA biasanya menyebutkan rasio upah terhadap pendapatan 70 persen harus menjadi batas atas yang ditargetkan klub. Namun sejumlah klub besar mungkin melewati angka itu dan bahkan dalam jangka pendek mungkin melanggar sampai angka 100 persen.
Menurut gugatan itu, setiap transfer Messi dari Barcelona kepada PSG akan menimbulkan distorsi persaingan dengan liga-liga nasional lainnya dan akan merugikan penggemar Barcelona.
Baca juga: Lionel Messi akui dapat banyak tawaran tapi tak bisa konfirmasi lebih jauh
Distorsi ini akan mempengaruhi persaingan pasar sepak bola di Uni Eropa, kata gugatan yang diajukan kepada badan eksekutif Uni Eropa. Dan oleh karena itu dikategorikan sebagai bantuan negara yang melanggar hukum.
Komisi Eropa bisa memerintahkan pemerintah-pemerintah anggota Uni Eropa agar mencabut kembali bantuan negara jika terbukti memberikan keuntungan yang tidak adil kepada perusahaan-perusahaan.
Baca juga: Messi akhirnya ucapkan perpisahan kepada Barcelona
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Spanyol - Menang di kandang Valencia, Real Madrid jaga jarak dari Barcelona
09 February 2026 8:51 WIB
Liga Spanyol - Barcelona lanjutkan tren kemenangan setelah telan Mallorca 3-0
08 February 2026 7:07 WIB
Liga Spanyol - Barcelona rebut kembali puncak klasemen setelah menang atas Oviedo
26 January 2026 11:02 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota di Indonesia
14 February 2026 8:33 WIB
Liga Prancis - AS Monaco kembali ke jalur kemenangan usai menang 3-1 atas Nantes
14 February 2026 8:30 WIB
Liga Jerman - Borussia Dortmund berpesta empat gol tanpa balas ke gawang Mainz
14 February 2026 8:29 WIB