MU di bawah Solskjaer bukan tim kolektif
Selasa, 26 Oktober 2021 5:00 WIB
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (tengah) melancarkan protes kepada ofisial pertandingan di tengah laga lanjutan Liga Inggris melawan West Ham United di Stadion Olimpiade London, Inggris, Minggu (19/9/2021). (ANTARA/REUTERS/David Klein)
Jakarta (ANTARA) - Manchester United perlu kembali ke awal dengan memutuskan apakah akan mendukung atau memberhentikan manajer Ole Gunnar Solskjaer karena pelatih ini telah membuat Setan Merah sebagai tim yang individual, kata mantan bek Inggris Micah Richards seperti dikutip BBC.
United menduduki urutan ketujuh dalam klasemen Liga Premier setelah dihancurkan 0-5 oleh seteru berartnya Liverpool pada Minggu di Old Trafford.
"Ini tim individual, bukan kolektif," kata Richards dalam Monday Night Club pada Radio 5 BBC.
"Mereka semua ingin menjadi bintang, ketimbang melakukan dasar-dasar sepak bola, seperti berlari dan melakukan tekel."
Solskjaer yang mencetak gol kemenangan saat United menjuarai Liga Champions 1999 setelah mengalahkan Bayern Muenchen, telah menjadi manajer klub itu sejak Desember 2018, tetapi tidak memenangkan satu pun trofi.
Mereka finis kedua dalam Liga Premier musim lalu dan mengontrak bek pemenang Piala Dunia asal Prancis Raphael Varane, pemain depan timnas Inggris Jadon Sancho dan merekrut kembali pemain depan Portugal Cristiano Ronaldo yang lima kali meraih Ballon d'Or.
"Jika Anda mendatangkan Ronaldo, apa gaya permainan Anda?" tanya Richards, yang menjuarai Liga Inggris bersama Manchester City pada musim 2011-2012.
“Ronaldo tersedia sehingga Anda mengira 'dapatkan saja dia', tetapi Anda juga harus memasukkan (Bruno) Fernandes, (Paul) Pogba, Sancho, (Marcus) Rashford dan (Mason) Greenwood, jadi di mana keseimbangannya?"
"Tempatkan pemain-pemain lain di belakang Ronaldo agar dia bisa bermain, jika itu yang ingin Anda lakukan. Solskjaer mengatakan mereka semua akan bermain di depan, tapi melawan Liverpool Anda mesti memilih mereka."
“Kembalilah ke bentuk semula dengan dua gelandang bertahan untuk bertahan, masukan dua gelandang sayap dan mainkan serangan balik. United tidak sebagus Manchester City, Liverpool atau Chelsea, jadi bertahanlah dalam-dalam dan lakukan apa yang Anda kuasai. Mereka harus kembali ke awal."
Solskjaer turut mengantarkan United menjuarai Liga Premier pada enam kesempatan sebagai pemain dan Richards mengakui bersimpati kepada pelatih Norwegia yang tengah berada dalam tekanan ini yang menghadapi seruan pemecatan.
"Kekalahan itu pasti akibat pola kepelatihan dan beberapa kesalahan mendasar yang konyol. Mereka tak tahu kapan harus menekan atau kapan harus turun membantu pertahanan dan sepertinya Ole tak tahu harus berbuat apa."
"Mereka (Manchester United) mesti mendukung dia dan bilang bahwa dia akan hengkang akhir musim ini atau memasukkan (pelatih) yang lain."
Baca juga: Manchester United akan terus berupaya pertahankan Paul Pogba
Baca juga: Liverpool gulung Manchester United 5-0
United menduduki urutan ketujuh dalam klasemen Liga Premier setelah dihancurkan 0-5 oleh seteru berartnya Liverpool pada Minggu di Old Trafford.
"Ini tim individual, bukan kolektif," kata Richards dalam Monday Night Club pada Radio 5 BBC.
"Mereka semua ingin menjadi bintang, ketimbang melakukan dasar-dasar sepak bola, seperti berlari dan melakukan tekel."
Solskjaer yang mencetak gol kemenangan saat United menjuarai Liga Champions 1999 setelah mengalahkan Bayern Muenchen, telah menjadi manajer klub itu sejak Desember 2018, tetapi tidak memenangkan satu pun trofi.
Mereka finis kedua dalam Liga Premier musim lalu dan mengontrak bek pemenang Piala Dunia asal Prancis Raphael Varane, pemain depan timnas Inggris Jadon Sancho dan merekrut kembali pemain depan Portugal Cristiano Ronaldo yang lima kali meraih Ballon d'Or.
"Jika Anda mendatangkan Ronaldo, apa gaya permainan Anda?" tanya Richards, yang menjuarai Liga Inggris bersama Manchester City pada musim 2011-2012.
“Ronaldo tersedia sehingga Anda mengira 'dapatkan saja dia', tetapi Anda juga harus memasukkan (Bruno) Fernandes, (Paul) Pogba, Sancho, (Marcus) Rashford dan (Mason) Greenwood, jadi di mana keseimbangannya?"
"Tempatkan pemain-pemain lain di belakang Ronaldo agar dia bisa bermain, jika itu yang ingin Anda lakukan. Solskjaer mengatakan mereka semua akan bermain di depan, tapi melawan Liverpool Anda mesti memilih mereka."
“Kembalilah ke bentuk semula dengan dua gelandang bertahan untuk bertahan, masukan dua gelandang sayap dan mainkan serangan balik. United tidak sebagus Manchester City, Liverpool atau Chelsea, jadi bertahanlah dalam-dalam dan lakukan apa yang Anda kuasai. Mereka harus kembali ke awal."
Solskjaer turut mengantarkan United menjuarai Liga Premier pada enam kesempatan sebagai pemain dan Richards mengakui bersimpati kepada pelatih Norwegia yang tengah berada dalam tekanan ini yang menghadapi seruan pemecatan.
"Kekalahan itu pasti akibat pola kepelatihan dan beberapa kesalahan mendasar yang konyol. Mereka tak tahu kapan harus menekan atau kapan harus turun membantu pertahanan dan sepertinya Ole tak tahu harus berbuat apa."
"Mereka (Manchester United) mesti mendukung dia dan bilang bahwa dia akan hengkang akhir musim ini atau memasukkan (pelatih) yang lain."
Baca juga: Manchester United akan terus berupaya pertahankan Paul Pogba
Baca juga: Liverpool gulung Manchester United 5-0
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Inggris - Gol Matheus Cunha antar Manchester United menang atas Arsenal
26 January 2026 11:04 WIB
Liga Inggris - Chelsea bawa pulang tiga poin usai taklukkan Crystal Palace
26 January 2026 11:00 WIB
Liga Inggris - Van Dijk kecewa Liverpool kebobolan pada menit akhir lawan Bournemouth
25 January 2026 20:26 WIB
Liga Inggria - Manchester City menang, Tottenham tertahan di awal pekan ke-23 Liga Inggris
25 January 2026 9:00 WIB