Enam negara Uni Eropa kirim pakar siber bantu Ukraina hadapi ancaman Rusia
Rabu, 23 Februari 2022 16:39 WIB
Boneka figur dengan komputer dan ponsel terlihat di depan tulisan "Serangan Cyber" dan kode biner dalam ilustrasi yang difoto pada 15 Februari 2022. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/as)
Vilnius (ANTARA) - Enam negara anggota Uni Eropa mengutus tim pakar keamanan siber ke Ukraina untuk membantu mengatasi ancaman siber setelah Rusia secara resmi mengakui "kemerdekaan" dua wilayah di Ukraina timur, kata pejabat Lithuania pada Selasa, (23/2).
Untuk menanggapi permintaan Ukraina pada Senin, enam negara Uni Eropa --Lithuania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania dan Kroasia-- akan mengirim tim pakar siber.
Tim tersebut dibentuk untuk membantu negara, lembaga dan mitra Uni Eropa lainnya mengatasi ancaman siber, kata Wakil Menteri Pertahanan Lithuania Margiris Abukevicius.
"Ukraina mungkin membutuhkan bantuan untuk menangani insiden atau dukungan untuk menguji infrastruktur mereka dengan mencari kelemahan keamanan," katanya kepada Reuters.
Peretas militer Rusia menjadi dalang di balik sederet serangan denial of service (DDoS) yang secara kilat melumpuhkan laman perbankan dan pemerintah Ukraina, seperti diungkap Amerika Serikat dan Inggris pada Jumat.
Baca juga: Sekjen PBB sebut Pasukan Rusia di Ukraina timur bukan 'penjaga perdamaian'
Rusia membantah keterlibatan apa pun dalam serangan DDoS itu, yang menimbulkan gangguan terbatas pada Selasa pekan lalu.
Baca juga: Presiden Biden jatuhkan sanksi pada bank dan elit Rusia terkait invasi Ukraina
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Senin mengatakan pakar siber mereka sedang berkoordinasi dengan Ukraina supaya negara tersebut terlindung dari aksi Rusia.
Sumber: Antara/Reuters
Untuk menanggapi permintaan Ukraina pada Senin, enam negara Uni Eropa --Lithuania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania dan Kroasia-- akan mengirim tim pakar siber.
Tim tersebut dibentuk untuk membantu negara, lembaga dan mitra Uni Eropa lainnya mengatasi ancaman siber, kata Wakil Menteri Pertahanan Lithuania Margiris Abukevicius.
"Ukraina mungkin membutuhkan bantuan untuk menangani insiden atau dukungan untuk menguji infrastruktur mereka dengan mencari kelemahan keamanan," katanya kepada Reuters.
Peretas militer Rusia menjadi dalang di balik sederet serangan denial of service (DDoS) yang secara kilat melumpuhkan laman perbankan dan pemerintah Ukraina, seperti diungkap Amerika Serikat dan Inggris pada Jumat.
Baca juga: Sekjen PBB sebut Pasukan Rusia di Ukraina timur bukan 'penjaga perdamaian'
Rusia membantah keterlibatan apa pun dalam serangan DDoS itu, yang menimbulkan gangguan terbatas pada Selasa pekan lalu.
Baca juga: Presiden Biden jatuhkan sanksi pada bank dan elit Rusia terkait invasi Ukraina
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Senin mengatakan pakar siber mereka sedang berkoordinasi dengan Ukraina supaya negara tersebut terlindung dari aksi Rusia.
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Soal Greenland: Uni Eropa menegaskan kedaulatan bukan untuk diperdagangkan
21 January 2026 12:10 WIB
Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland
17 January 2026 10:32 WIB
Timnas Inggris tim Eropa pertama lolos ke Piala Dunia 2026 usai sikat Latvia
15 October 2025 9:48 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Jerman kembali ke jalur kemenangan setelah hajar Irlandia Utara 3-1
08 September 2025 10:35 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Spanyol cetak kemenangan telak 6-0 ketika bertandang ke markas Turki
08 September 2025 10:34 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 - Belgia berpesta gol, Belanda diimbangi Polandia
05 September 2025 11:16 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB