Rupiah melemah terhadap dolar AS
Kamis, 24 Februari 2022 11:08 WIB
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis, (24/2) pagi, melemah dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik di Eropa Timur.
Rupiah bergerak melemah 22 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.338 per dolar AS.
"Sentimen di pasar keuangan terlihat negatif terhadap aset berisiko. Indeks saham Asia bergerak melemah mengikuti pelemahan indeks saham AS semalam," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Sentimen negatif tersebut, lanjut Ariston, disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi perang besar antara NATO dengan Rusia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Rusia terindikasi belum akan mundur meskipun telah mendapatkan sanksi ekonomi dari NATO.
Apalagi kelompok separatis di Ukraina juga telah meminta bantuan Rusia untuk membantu mempertahankan wilayahnya dari Ukraina.
Sementara itu, Pemerintah Ukraina telah mengumumkan pemberlakuan keadaan darurat selama 30 hari ke depan.
Baca juga: Nilai tukar Rupiah masih melemah
Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi berbalik melemah ke kisaran Rp14.380 per dolar AS hingga Rp14.400 per dolar AS dengan support di kisaran Rp14.330.
Baca juga: Rupiah menguat tipis menjelang pertemuan bank sentral AS
Pada Rabu (23/2) lalu, rupiah ditutup menguat 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.338 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.366 per dolar AS.
Rupiah bergerak melemah 22 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.338 per dolar AS.
"Sentimen di pasar keuangan terlihat negatif terhadap aset berisiko. Indeks saham Asia bergerak melemah mengikuti pelemahan indeks saham AS semalam," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Sentimen negatif tersebut, lanjut Ariston, disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi perang besar antara NATO dengan Rusia.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Rusia terindikasi belum akan mundur meskipun telah mendapatkan sanksi ekonomi dari NATO.
Apalagi kelompok separatis di Ukraina juga telah meminta bantuan Rusia untuk membantu mempertahankan wilayahnya dari Ukraina.
Sementara itu, Pemerintah Ukraina telah mengumumkan pemberlakuan keadaan darurat selama 30 hari ke depan.
Baca juga: Nilai tukar Rupiah masih melemah
Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi berbalik melemah ke kisaran Rp14.380 per dolar AS hingga Rp14.400 per dolar AS dengan support di kisaran Rp14.330.
Baca juga: Rupiah menguat tipis menjelang pertemuan bank sentral AS
Pada Rabu (23/2) lalu, rupiah ditutup menguat 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.338 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.366 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu membidik penguatan rupiah semester II 2026 lewat sinergi fiskal-moneter
10 June 2026 13:20 WIB
Nilai tukar rupiah masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan domestik
02 June 2026 11:53 WIB
Presiden menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 12:46 WIB
Menkeu meyakini rupiah menguat seiring dana asing masuk pasar obligasi Indonesia
20 May 2026 8:49 WIB