Kupang (Antara NTT) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigadir Jenderal Polisi Ricky HP Sitohang menegaskan, aparat kepolisian tetap melakukan `sweeping` senjata tajam di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

"Sweeping masih terus digelar hingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah itu benar-benar pulih," kata Brigadir Jenderal Polisi Ricky HP Sitohang, di Kupang, Selasa terkait operasi penyitaan senjata tajam di Pulau Adonara.

Dia mengatakan, sudah lima kali datang ke Pulau Adonara untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat dua desa yang berseteru yakni Desa Lewonara dan Lewobunga memperebutkan tanah ulayat.

Bahkan sampai digereja pun, dirinya mengaku memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan kekerasan.

Tetapi saat dirinya kembali ke Kupang, perang meletus lagi dan terakhir meletus untuk yang ke-empat kalinya pada 13 November 2012.

"Bentrok terakhir itulah saya perintahkan untuk dilakukan penyitaan senjata tajam dari tangan masyarakat," katanya.

Saat ini, sudah banyak sekali senjata tajam yang disita dari tangan masyarakat tetapi operasi tetap dilanjutkan hingga kondisi sudah benar-benar pulih, katanya.

Dalam operasi ini, kata dia, melibatkan tiga Kompi Brimob yang saat ini masih bertugas di Pulau Adonara dan dibantu anggota TNI.

Kepala Kepolisian Resor Flores Timur AKBP Wahyu Priatmaka secara terpisah mengatakan, dalam operasi yang sudah berlangsung lebih dari sepekan ini, aparat keamanan telah menyita ratusan senjata tajam.

"Senjata-senjata tajam yang diamankan itu antara lain anak panah, parang, tombak, busur, senjata rakitan, dan bom molotov," katanya.

Dari ratusan senjata tajam yang disita itu, terdapat pula sekitar 30 pucuk senjata rakitan dan puluhan bom molotov, katanya.

Ia menjelaskan, semula aparat keamanan kewalahan melakukan penertiban karena saat mendatangi rumah-rumah penduduk, tidak ditemukan senjata apapun di rumah.

Namun, katanya, aparat tidak kehilangan akal. Aparat kemudian melakukan penyisiran ke kebun-kebun dan kawasan perbukitan di sekitar kampung dan berhasil menemukan ribuan peralatan perang yang disembunyikan di semak-semak belukar.