PM Ishtaye bilang Israel gerogoti peluang pendirian negara Palestina
Senin, 21 Maret 2022 12:56 WIB
Arsip-- Perdana Menteri Palestina Mohammad Ishtaye (kiri) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) di Rumah Sakit Istishari Arab di Ramallah, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat. (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/djo)
Ramallah (ANTARA) - Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye pada Minggu (20/3) mengatakan bahwa langkah-langkah Israel, termasuk ekspansi permukiman, menggerogoti setiap peluang untuk mendirikan negara Palestina.
Fakta di lapangan secara perlahan semakin memburuk dan solusi dua negara tidak akan dicapai melalui perundingan "sebab pihak Israel tidak menginginkannya," kata Ishtaye saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di kota Ramallah, Tepi Barat, menurut sebuah pernyataan.
Perdana menteri Israel Naftali Bennett sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menggelar pembicaraan apa pun dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Otoritas Palestina (PA) atau pejabat Palestina.
"Israel tidak menyematkan ke dalam agendanya pembicaraan dengan Presiden Abbas, perundingan damai dan negara Palestina," kata Ishtaye, mendesak Singapura untuk mengakui negara Palestina.
Baca juga: Pasukan Israel tembak warga Palestina dalam bentrokan di Tepi Barat
Baca juga: Roket gerilyawan Palestina meledak di Tel Aviv
Pembicaraan damai secara langsung antara Israel dan Palestina, yang didukung Amerika Serikat selama sembilan bulan, kandas pada 2014 menyusul perbedaan jauh seputar isu terkait permukiman Yahudi dan pengakuan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.
Sumber: Antara/Xinhua
Fakta di lapangan secara perlahan semakin memburuk dan solusi dua negara tidak akan dicapai melalui perundingan "sebab pihak Israel tidak menginginkannya," kata Ishtaye saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di kota Ramallah, Tepi Barat, menurut sebuah pernyataan.
Perdana menteri Israel Naftali Bennett sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menggelar pembicaraan apa pun dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Otoritas Palestina (PA) atau pejabat Palestina.
"Israel tidak menyematkan ke dalam agendanya pembicaraan dengan Presiden Abbas, perundingan damai dan negara Palestina," kata Ishtaye, mendesak Singapura untuk mengakui negara Palestina.
Baca juga: Pasukan Israel tembak warga Palestina dalam bentrokan di Tepi Barat
Baca juga: Roket gerilyawan Palestina meledak di Tel Aviv
Pembicaraan damai secara langsung antara Israel dan Palestina, yang didukung Amerika Serikat selama sembilan bulan, kandas pada 2014 menyusul perbedaan jauh seputar isu terkait permukiman Yahudi dan pengakuan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.
Sumber: Antara/Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo menelepon Mahmoud Abbas ucapkan Idul Fitri, perkuat solidaritas
24 March 2026 4:37 WIB
TNI AL menyiapkan kapal rumah sakit untuk pasukan perdamaian di Palestina
12 February 2026 15:41 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB
China Abstain di DK PBB karena Resolusi Gaza tidak menerapkan solusi dua negara
19 November 2025 13:08 WIB
DK PBB menyetujui pembentukan pasukan internasional untuk stabilitas Gaza
18 November 2025 12:02 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Menlu: Kapal Amerika Serikat di Selat Malaka merupakan bagian dari kebebasan navigasi
22 April 2026 16:21 WIB