IHSG ditutup menguat tipis
Selasa, 20 September 2022 17:19 WIB
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat tipis menjelang keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).
IHSG ditutup menguat 1,46 poin atau 0,02 persen ke posisi 7.196,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,34 persen ke posisi 1.028,21.
"Penguatan indeks bursa Wall Street dan bursa regional Asia seiring dengan pelaku pasar yang optimis dalam rapat keputusan The Fed akan menekan inflasi yang melanjutkan tren penurunan, menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Selasa, (20/9/2022).
Dari dalam negeri, lanjut Julian, pelaku pasar menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.
Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel, batu bara, gas alam, dan timah menjadi katalis positif bagi IHSG.
Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik paling dalam yaitu minus 1,04 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,99 persen dan minus 0,63 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,36 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMDM, INDO, SLIS, INCF, dan GOTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LEAD, IATA, BIPI, JKON, dan KKES.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,9 miliar lembar saham senilai Rp13,28 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 328 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 120,77 poin atau 0,44 persen ke 27.688,42, indeks Hang Seng naik 215,45 poin atau 1,16 persen ke 18.781,42, dan indeks Straits Times meningkat 10,63 poin atau 0,33 persen ke 3.266,94.
Baca juga: Rupiah melemah tipis mendekati level psikologis
Baca juga: Emas tergelincir 5,30 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG ditutup menguat tipis jelang keputusan bank sentral AS
IHSG ditutup menguat 1,46 poin atau 0,02 persen ke posisi 7.196,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,34 persen ke posisi 1.028,21.
"Penguatan indeks bursa Wall Street dan bursa regional Asia seiring dengan pelaku pasar yang optimis dalam rapat keputusan The Fed akan menekan inflasi yang melanjutkan tren penurunan, menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Selasa, (20/9/2022).
Dari dalam negeri, lanjut Julian, pelaku pasar menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.
Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel, batu bara, gas alam, dan timah menjadi katalis positif bagi IHSG.
Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik paling dalam yaitu minus 1,04 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,99 persen dan minus 0,63 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,36 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMDM, INDO, SLIS, INCF, dan GOTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LEAD, IATA, BIPI, JKON, dan KKES.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,9 miliar lembar saham senilai Rp13,28 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 328 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 120,77 poin atau 0,44 persen ke 27.688,42, indeks Hang Seng naik 215,45 poin atau 1,16 persen ke 18.781,42, dan indeks Straits Times meningkat 10,63 poin atau 0,33 persen ke 3.266,94.
Baca juga: Rupiah melemah tipis mendekati level psikologis
Baca juga: Emas tergelincir 5,30 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG ditutup menguat tipis jelang keputusan bank sentral AS
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menjaga keberlanjutan fiskal di tengah fenomena "Sell Indonesia" belakangan ini
09 June 2026 13:13 WIB
OJK mencermati potensi "outflow" jangka pendek sebagai imbas konflik AS-Iran
03 March 2026 18:27 WIB
IHSG melemah saat reshuffle Menkeu, Purbaya yakin pasar akan pulih
08 September 2025 19:24 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Kupang mendorong UMKM dan pelaku wisata memanfaatkan momen PON 2028
08 September 2026 20:19 WIB
AirAsia mengumumkan penerbangan kembali normal pascaerupsi Anak Krakatau
08 September 2026 14:43 WIB
Bulog siap menjalankan arahan Presiden soal bantuan beras hingga Desember
08 September 2026 12:54 WIB
Menhub: Sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dibuka lagi
08 September 2026 11:10 WIB