Tour de Timor 2018 dibatalkan, kenapa?

id Tour

Salah satu aksi Tour de Timor 2017 yang berakhir di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Sesuai arahan Pak Gubernur Viktor Laiskodat, Tour de Timor tahun 2018 ini dibatalkan dengan pertimbangan persiapan yang belum matang," kata Marius Jelamu.
Kupang (AntaraNews NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membatalkan pelaksanaan kegiatan tur tahunan sepeda yang melintasi Pulau Timor (Tour de Timor) tahun 2018, karena persiapannya dinilai Gubernur Viktor Laiskodat belum matang.

"Sesuai arahan Pak Gubernur Viktor Laiskodat, Tour de Timor tahun 2018 ini dibatalkan dengan pertimbangan persiapan yang belum matang," kata Kepala Dinas Pariwisata Provins NTT Marius Jelamu ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (16/11).

Ia mengatakan, pemerintah provinsi setempat menginginkan agar pelaksanaan Tour de Timor dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan masyarakat di destinasi-destinasi wisata yang dilewati.

Masyarakat, lanjutnya, diharapkan lebih siap dalam mengembangkan dan mempertunjukkan berbagai potensi yang dimiliki seperti seni budaya, ekonomi kreatif, kuliner, dan lainnya sehingga bisa dinikmati peserta tur.

"Artinya semua daerah perlu dipersiapkan secara matang sehingga kegiatan ini juga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat," katanya.

Gubernur Vikto Laiskodat, lanjutnya, mengharapkan adanya koordinasi antara berbagai stakeholders secara kuat dan efektif agar kegiatan ini bisa digelar kembali.

Baca juga: Tour de Fores 2018 ditunda
Tour de Timor 2018 ditunda, karena persiapannya belum matang.

Marius mengatakan, kelanjutan kegiatan ini akan dipastikan pada tahun-tahun mendatang, namun untuk tahun 2018 ini dibatalkan.

"Intinya tahun ini tidak digelar dulu sambil kita mempersipakan dan merancang kembali secara lebih menarik untuk tahun-tahun mendatang," katanya.

Adapun kegiatan Tour de Timor ini sudah tiga kali digelar selama tiga tahun terakhir dari 2015-2017. Kegitan tur sepeda ini melintasi berbagai daerah se-daratan Pulau Timor di antaranya, Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan berakhir di Kota Kupang.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar