Listrik 30 MW Untuk Semen Kupang III

id Semen

Listrik 30 MW Untuk Semen Kupang III

Seorang karyawan PT. Semen Kupang menyirami bunga di depan papan nama Semen Kupang di Kupang, NTT Jumat (22/1/2016) (Antara Foto/Kornelis Kaha)

"Penandatanganan nota kesepahaman sudah kami lakukan dengan PT Semen III yang akan dibangun baru. Mereka meminta kebutuhan daya listrik sebesar 30 MW,"

Kupang, (Antara NTT) - PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur menyiapkan daya listrik 30 megawatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik PT Semen Kupang III yang akan dibangun di daerah setempat.


"Penandatanganan nota kesepahaman sudah kami lakukan dengan PT Semen III yang akan dibangun baru. Mereka meminta kebutuhan daya listrik sebesar 30 MW," kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Richard Safkaur, di Kupang, Kamis, (5/1).


Dia mengatakan, PT Semen Kupang segera membangun perusahaan baru PT Semen Indonesia Kupang dan saat ini sedang melakukan persiapan untuk pembangunan pabriknya dengan permintaan listrik yang lebih besar dari pabrik yang saat ini beroperasi.


"Pihak perusahan sudah menentukan lokasi pabriknya, dan sedang mengurus UKL, UPL, AMDAL, dan urusan administrasi lainnya. Setelah semua bangunan siap, maka listrik siap kami pasok sesuai permintaan," katanya lagi.


Menurutnya, kebutuhan listrik untuk PT Semen Kupang saat ini sedang beroperasi sudah memadai dengan pasokan daya 9 MW.


"PT Semen yang sekarang sudah beroperasi sudah aman. Kami pasok 9 MW dan daya maksimal yang terpakai masih sebatas 7 MW," katanya pula.


Richard mengatakan, pihaknya memastikan pasokan daya untuk kebutuhan investasi sudah memadai, setelah masuk pembangkit listik dari kapal (marine vessel power plant-MVPP) berkapasitas 60 MW plus cadangan 60 MW yang ditempatkan di Bolok, Kupang Barat.


Daya listrik tersebut nantinya akan ditambah dengan pembangkit dari PLTU IPP Bolok berkapasitas 16,5x2 MW yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada Maret 2017 untuk memperkuat kelistrikan pada sistem Kupang.


Tambahan daya tersebut membuat daya listrik untuk sistem Kupang mengalami surplus lebih dari 90 MW memasuki tahun 2017, di luar dari daya pembangkit yang beroperasi sebelumnya.


Menurut Richard, ketercukupan daya untuk investasi pembangunan pabrik semen tersebut menjadi pembuka jalan bagi kehadiran investor lain yang hendak membangun usaha di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, maupun di wilayah daratan Pulau Timor lainnya.


Dia mengajak pemerintah setempat, asosiasi perusahaan, dan para pelaku ekonomi lainya untuk bekerja sama mendatangkan investor dari dalam dan luar daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah itu.


"Salah satu kendala kebutuhan listrik yang selama ini dikeluhkan investor sekarang tidak lagi bermasalah. Kami pastikan daya listrik yang ada sekarang sudah sangat memadai, sehingga investor tidak perlu ragu lagi," demikian Richard Safkaur.