Ekonom: Jokowi lebih menguasai masalah ketimbang Prabowo

id James Adam

Ekonom: Jokowi lebih menguasai masalah ketimbang Prabowo

Pengamat ekonomi Dr James Adam (ANTARA Foto/ist)

Ekonom Dr James Adam, MBA menilai calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo lebih menguasai masalah ketimbang lawannya Prabowo Subianto dalam debat capres kedua Minggu, (17/2) malam.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ekonom dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) Dr James Adam, MBA menilai calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo lebih menguasai masalah ketimbang lawannya Prabowo Subianto dalam debat capres kedua Minggu, (17/2) malam.

"Berkaitan dengan energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan hidu dalam debat kemarin, Jokowi jauh lebih menguasai dari Prabowo, sebab semuanya sedang dikerjakan Jokowi dengan dukungan data yang empirik dan valid," kata James Adam kepada Antara di Kupang, Senin (18/2).

Dia mengemukakan hal itu, ketika dimintai pandangan seputar debat capres kedua bertema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Soal energi terbarukan, misalnya, dengan produksi biodiesel dan biofuel yang selama ini tidak pernah ada sudah terbukti.

Sementara soal pangan memang Indonesia belum bisa swasembada sebab hasil produksi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, karena itu memang mesti di impor.

Terkait masalah air, dia mengatakan, sudah dibangun 58 ribu unit irigasi di seluruh Indonesia dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri sedang dibangun tujuh bendungan.

Karena itu, jika 58 ribu irigasi ini dalam tahun berjalan di optimalkan fungsinya, maka para petani akan sangat tertolong sehingga otomatis akan berdampak pada produktifitas hasil pertanian.

Dia menambahkan, dalam debat, Jokowi lebih banyak bicara data, hasil dan fakta, sedangkan Prabowo lebih banyak bicara konsep yang terkesan bagus tapi tidak didukung oleh base data yang valid.

Namun, menurut dia, debat kedua ini lebih berbeda dan apa yang masyarakat bisa lihat bahwa pasangan mana yang sudah lebih siap jika terpilih nanti.

Jika mungkin pada debat berikut, rujukan data musti menjadi hal penting agar kalo bicara program masyarakat pun paham bahwa jika program itu cocok dan bisa dilakukan karena memang Indonesia butuh program tersebut untuk membangun lima tahun ke depan.

"Artinya bahwa program tersebut sesuai kebutuhan bangsa dan masyarakat bukan karena sesuai keinginan calon pemimpinnya," demikian James Adam.

Baca juga: Akademisi: Joko Widodo tampil lebih membumi
Baca juga: Kampanye terbatas meniadakan hak publik mendapat pendidikan politik
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar