PAD Manggarai Barat naik menjadi Rp135 miliar

id Labuan Bajo

PAD Manggarai Barat naik menjadi Rp135 miliar

Labuan Bajo memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan karena pulau-pulaunya sangat eksostik. Obyek wisata inilah yang mendongkrak PAD Mangtgarai Barat sampai Rp135 miliar pada 2018. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni dari Rp70 miliar pada 2017 menjadi Rp135 miliar pada 2018.
Kupang (ANTARA News NTT) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni dari Rp70 miliar pada 2017 menjadi Rp135 miliar pada 2018.

"Kenaikan PAD ini cukup signifikan setelah sektor pariwisata di Manggarai Barat mulai hidup dan menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat dan daerah setempat," kata Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong kepada Antara saat dihubungi dari Kupang, Senin (25/2).

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci seberapa besar sumbangan sektor pariwisata terhadap PAD, namun menurutnya kontribusi sektor ini tampak dari pertumbuhan sektor usaha jasa yang bergerak di bidang pariwisata.

"Pembangunan hotel, resort, pelabuhan, dan juga sektor jasa lainnya di Labuan Bajo, sebagai ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, bertumbuh cukup baik dalam satu tahun terkahir ini," katanya.

Menurut dia, jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata tidak banyak dibandingakan sektor pertanian, namun memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Memang di sektor pertanian lebih banyak tenaga kerja tapi pertumbuhan ekonomi di sektor ini tidak banyak berubah," katanya.

Baca juga: Dubes Swajaya janji bawa investor ke Labuan Bajo

Maria mengatakan, pemerintah akan terus menggenjot pertumbuhan sektor pariwisata di daerah yang terkenal memiliki objek wisata Taman Nasional Komodo itu sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui, untuk tahun 2019 ini, kontribusi PAD dari sektor pariwisata bisa terganggu karena kondisi pariwisata yang lesu selama dua bulan ini.

Bahkan, lanjutnya, para pelaku usaha wisata di daerah itu mengakui lesuhnya pariwisata ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah pariwisata di Manggarai Barat.

"Dari awal 2019 sampai saat ini pariwisata kami memang sangat lesuh, kunjungan wisatawan sepih, dan ini tentu akan berdampak juga terjadap PAD kami," katanya.

Baca juga: ASDP apresiasi dukungan terhadap kawasan terpadu marina
Baca juga: TPI dukung usaha wisata kuliner di Labuan Bajo
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar