Nelayan Kupang beralih ke perairan Flores akibat kesulitan umpan

id Nelayan Kupang

Nelayan tangkap ikan cakalang dan tuna yang berbasis di Kota Kupang, Muhamad Nasir (kanan) bersama sejumlah nelayan lainnya yang beralih melaut di perairan Pulau Flores akibat kesulitan pasokan umpan. (ANTARA Foto/Ist)

Para nelayan tangkap ikan cakalang dan tuna yang berbasis di Kota Kupang beralih melaut ke sekitar perairan Pulau Flores akibat kesulitan mendapatkan pasokan umpan sebagai dampak dari cuaca buruk di daerah setempat.
Kupang (ANTARA) - Para nelayan tangkap ikan cakalang dan tuna yang berbasis di Kota Kupang beralih melaut ke sekitar perairan Pulau Flores akibat kesulitan mendapatkan pasokan umpan sebagai dampak dari cuaca buruk di daerah setempat.

"Kami terpaksa harus beralih ke sekitar Flores karena pasokan umpan di Kota Kupang sama sekali belum ada," kata seorang nelayan kapal pole and line yang berbasis di Kota Kupang, Muhamad Nasir ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin (18/3). 

Pemilik sekaligus nahkoda KM Nurul Hikmah itu mengatakan, Perairan Flores menjadi sasaran melaut karena nelayan bisa mendapatkan umpan yang memadai terutama yang dipasok kapal-kapal bagan di Kabupaten Flores Timur.

Hanya saja, lanjutnya, untuk melaut di Perairan Flores membuat biaya operasional terutama untuk kebutuhan bahan bakar membengkak karena jarak tempuh yang relatif ebih jauh.

"Area penangkapan ikan kami kan biasanya di laut selatan Pulau Timor tapi kami harus ke Flores, meskipun lebih jauh tapi pasokan umpan banyak di sana," katanya.

Menurutnya, meskipun semua kapal pole and line sudah kembali melaut namun hasil tangkapan masih terbatas akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Untuk sekali melaut, lanjutnya, hasil tangkapan ikan yang diperoleh berkisar dari satu hingga dua ton.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang, Maksi Effendi Ndun mengatakan, para nelayan setempat tidak memiliki pilihan lain selain beralih ke daerah lain untuk mendapatkan pasokan umpan.

Menurutnya, aktivitas nelayan kapal pole and line sepenuhnya tergantung pada pasokan umpan ikan-ikan hidup dari kapal bagan.

"Karena itu ketika pasokan lemah maka tidak bisa melaut meskipun musim ikan lagi ramai," katanya.

Ia menambahkan, dalam berbagai kesempatan, pihaknya juga telah mendorong pemerintah setempat untuk mengembangkan budidaya ikan di darat sebagai pemasok umpan bagi nelayan tangkap.

Namun, lanjutnya, program budidaya darat ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga kesulitan pasokan selalu menjadi masalah utama nelayan tangkap setiap kali berhadapan dengan cuaca buruk.

Baca juga: Nelayan Kupang kembali melaut
Baca juga: 18 nelayan Indonesia ditangkap UPM Timor Leste
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar