Konsep pelestarian kebudayaan yang dilontarkan cawapres Mar'uf menarik

id leta rafael

Konsep pelestarian kebudayaan yang dilontarkan cawapres Mar'uf menarik

Leta Levis Rafael (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)

Konsep pengembangan dan pelestarian kebudayaan yang dilontarkan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam debat cawapres pada Minggu (17/3) malam, sangat menarik untuk disimak lebih jauh.
Kupang (ANTARA) - Seorang pengamat dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menilai, konsep pengembangan dan pelestarian kebudayaan yang dilontarkan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam debat cawapres pada Minggu (17/3) malam, sangat menarik untuk disimak lebih jauh.

"Saya senang debat cawapres yang berlangsung santai. Tidak membuat para pendukung tegang. Satu hal yang paling menarik bagi saya adalah konsep pengembangan dan pelestarian kebudayaan yang dilontar Ma'ruf Amin yakni kebijakan konservasi kebudayaan yang berbasis pada kearifan lokal," kata Dr Leta Rafael Levis kepada Antara, di Kupang, Selasa (19/3).
 
Menurut staf pengajar pada Fakultas Pertanian Undana Kupang itu, konsep pengembangan dan pelestarian kebudayaan ini merupakan hal ini penting, karena selama ini para pemimpin nasional tidak peduli dengan hal tersebut.

Dia mengatakan, kebudayaan yang berbasis pada kearifan lokal adalah budaya-budaya yang dikembangkan para leluhur yang sangat bermanfaat dalam mengatur tata kehidupan sosial masyarakat agar kehidupan berjalan harmonis seimbang dan saling menghargai satu terhadap yang lain.

Baca juga: Festival Fulan Fehan-Foho Rai merawat budaya Belu
Baca juga: Mendagri berharap Ende jadi pusat pariwisata dan budaya

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar