
616 siswa ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Provinsi NTT

Kupang, NTT (ANTARA) - Sebanyak 616 siswa madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat provinsi 2025 di Kota Kupang.
Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTT Hasan Manuk di Kupang, Jumat, mengatakan bahwa OMI bukan sekadar lomba akademik, melainkan wadah pembinaan prestasi dan karakter bagi siswa madrasah.
“Generasi madrasah harus siap menghadapi era digital dengan tetap berlandaskan akhlak mulia. Teknologi dan nilai-nilai spiritual bukanlah hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan,” katanya.
Ajang OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”.
Hasan mengatakan tema tersebut ingin menekankan pentingnya integrasi iman, ilmu, dan teknologi. Karena itu, madrasah harus menjadi motor inovasi pendidikan Islami yang relevan dengan perkembangan digital, mulai dari kecerdasan buatan hingga Internet of Things (IoT).
Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi 616 siswa yang disebut sebagai duta madrasah dan provinsi, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah yang berdaya saing global.
“Dengan dukungan seluruh pihak, OMI 2025 diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi madrasah yang unggul, berkarakter Islami, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua panitia Alkhaidir Aco menyampaikan bahwa peserta terbagi dalam sebelas cabang lomba, mulai dari Matematika, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, hingga Geografi.
Ia menjelaskan seleksi dilakukan dengan sistem Computer Based Test (CBT) yang menjamin proses objektif, transparan, dan akuntabel. Selanjutnya, dari 616 peserta akan dipilih sebelas terbaik dari setiap bidang untuk mewakili NTT ke tingkat nasional.
“Ajang ini diharapkan melahirkan siswi-siswa terbaik yang akan membawa harum nama NTT di tingkat nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menambahkan pengalaman, memperkuat mental juang, kreativitas, dan daya saing global siswa madrasah di masa depan,” katanya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
