Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) melakukan diseminasi dan peluncuran 43 buku cerita anak dwibahasa tahun 2025 guna memperkuat literasi dasar dan budaya lokal pada generasi muda.
“Diseminasi dan peluncuran buku ini merupakan langkah penting dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini, sekaligus memperkaya khasanah cerita anak yang berakar pada budaya dan kearifan lokal NTT,” kata Kepala Subbagian Umum BBP NTT Christina Weking, di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan melalui cerita-cerita yang ditulis dengan latar budaya daerah, anak-anak tidak hanya diajak untuk gemar membaca, tetapi juga mengenal identitas, nilai-nilai moral, serta kekayaan tradisi daerahnya sendiri dan juga dikenal di seluruh Indonesia.
“Tahun ini BBP NTT telah menyusun 43 judul cerita bergambar dalam 19 bahasa daerah. Semua buku telah melalui proses panjang, mulai dari pemilihan naskah, bimbingan teknis kepenulisan hingga uji keterbacaan,” katanya.
Pada 2024, BBP NTT menerbitkan 58 buku cerita anak yang mencakup 34 bahasa daerah.
Christina menambahkan buku cerita anak bukan sekadar bacaan hiburan, tetapi sarana pendidikan karakter dan penanaman budi pekerti. Melalui tokoh-tokoh dalam cerita, anak-anak belajar tentang kejujuran, kerja keras, toleransi, dan cinta lingkungan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penulis, ilustrator, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku tersebut.
“Harapannya peluncuran buku ini mendukung gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah NTT,” katanya.
Dalam kegiatan itu, juga dilakukan bedah buku produk cerita anak 2025, praktik baik pemanfaatan buku di tingkat kabupaten, serta penyerahan buku digital kepada masyarakat melalui perwakilan Perpustakaan Daerah NTT.
BBP NTT juga melakukan sosialisasi laman penjaring, platform daring yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikdasmen) untuk menyediakan akses beragam produk penerjemahan kepada masyarakat.

