Kupang, NTT (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pelestarian kekayaan budaya daerah melalui lomba menulis cerita rakyat/budaya guna meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
“Melalui lomba ini peserta diharapkan mampu menggali, mendokumentasikan, memanfaatkan serta mengembangkan keanekaragaman cerita rakyat atau budaya yang berasal dari kekayaan kebudayaan di NTT,” kata Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Arpus NTT Chris Pira di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan perpustakaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun desa, termasuk taman bacaan masyarakat (TBM) dan di rumah ibadah, masih membutuhkan banyak karya tulis, karya cetak dan karya rekam yang secara berkelanjutan mendokumentasikan kekuatan nilai budaya NTT.
“Hasil naskah dapat menambah referensi cerita rakyat yang di kemudian hari dapat diolah menjadi bahan perpustakaan dan dimanfaatkan untuk memperkuat literasi di NTT,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan peran perpustakaan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda NTT.
Selain itu, untuk mendorong munculnya cerita baru dari wilayah yang belum pernah terdengar sebelumnya untuk memperkaya khazanah budaya daerah.
Lomba ini mengangkat tema, “Merawat kearifan lokal Nusa Tenggara Timur demi martabat bangsa”.
“Dengan tema ini diharapkan memori kolektif aneka suku bangsa yang ada di NTT yang terangkum melalui cerita rakyat/budaya akan selalu lestari dan bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” kata Chris.
Ia berharap lomba tersebut dapat berkontribusi dalam menjaga kebudayaan NTT untuk senantiasa lestari dan bermanfaat bagi generasi penerus.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siapa pun, baik penulis pemula di bangku sekolah hingga penulis berpengalaman, untuk mengasah kreativitas dan kemampuan menulis dalam mengangkat cerita rakyat dari wilayah masing-masing,” katanya.
Pendaftaran dan pengiriman naskah lomba mulai 22 Oktober hingga 10 November 2025. Tautan pendaftaran dan juknis, s.id/lombamenulisceritaNTT.
Lebih lanjut, Chris menambahkan Dinas Arpus juga sementara menggelar lomba konten video literasi 2025 untuk menumbuhkan budaya baca dan literasi di kalangan generasi muda.

