Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menyatakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Timor beberapa hari terakhir disebabkan oleh gangguan pada dua pembangkit utama PLTU Timor Unit 1 dan Unit 2.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono kepada wartawan di Kupang, Rabu mengatakan, saat ini petugas PLN terus bekerja siang malam memperbaiki gangguan sistem kelistrikan di Pulau Timor.
“PLTU Timor Unit 1 mengalami gangguan pada 31 Oktober dan sedang dalam proses perbaikan, diperkirakan selesai pada 7 November 2025. Sementara Unit 2 juga sempat terganggu pada 3 November dini hari, namun telah berhasil beroperasi kembali pada Rabu kemarin dan saat ini masih dalam pemantauan," katanya.
Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Pulau Timor memiliki total kapasitas daya sekitar 200 megawatt (MW), dengan beban puncak sekitar 131 MW, sehingga terdapat cadangan daya 69 MW.
Namun, saat dua unit PLTU Timor yang menjadi pemasok utama untuk seluruh wilayah Pulau Timor mengalami gangguan, sehingga kapasitas pasokan listrik menjadi berkurang.
PLN juga memahami bahwa dampak dari gangguan listrik tersebut mengakibatkan gangguan aktivitas masyarakat di rumah,
bisnis, dan pekerjaan.
"Tim kami bekerja siang malam tanpa henti untuk memperbaiki pembangkit dengan cepat dan aman. Kami upayakan sistem listrik Timor normal kembali pada Jumat lusa,” ujar dia.
PLN juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.
“Dukungan masyarakat memberi kami semangat tambahan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Pulau Timor,” tambahnya.
Sebelumnya beberapa warga di Kota Kupang, NTT beberapa hari terakhir mengeluhkan adanya pemadaman bergilir di sejumlah lokasi di Kota Kupang.
Proses pemadaman bergilir itu terjadi dalam kurun waktu yang lama, yakni bisa sampai sembilan jam.
"Setiap hari padam terus, dengan alasan perbaikan jaringan listrik. Saya berharap kondisi ini tidak berlangsung lama," ujar Anita warga di Kecamatan Alak.

