Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas inflasi hingga akhir 2025.
“TPID perlu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat hingga akhir tahun, khususnya menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Rabu.
Dia mengatakan hal itu dalam dalam forum koordinasi TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Kupang Triwulan IV 2025.
Ia mengatakan Kota Kupang menunjukkan kinerja yang baik dalam menjaga inflasi. Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kota Kupang pada September 2025 tercatat sebesar 1,75 persen dan sedikit meningkat menjadi 1,87 persen pada Oktober. Meski naik, angka itu masih jauh di bawah rata-rata nasional.
“Kota Kupang termasuk salah satu kota terbaik di Indonesia dalam menjaga inflasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkot Kupang sepanjang 2025 untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, yaitu pasar murah bersubsidi dua tahap (Maret dan Agustus) dengan total alokasi dana sebesar Rp900 juta dari alokasi belanja tidak terduga (BTT).
Selain itu, operasi pasar dan inspeksi bersama untuk memastikan harga serta pasokan kebutuhan pokok tetap terkendali dan gerakan pangan murah di berbagai titik kota menjelang hari besar keagamaan dan HUT RI.
Pemkot juga menggelar gerakan menanam bersama masyarakat dan aparat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta kerja sama dengan daerah penghasil komoditas surplus guna memperlancar dan mengefisienkan rantai pasok.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan oleh TP2DD Kota Kupang.
Menurut dia, penerapan sistem digital, terutama dalam pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD), menjadi langkah penting untuk mencegah kebocoran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Pemkot Kupang telah bekerja sama dengan sejumlah bank untuk mengoptimalkan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
“Dunia bisnis saja sudah digital, masa kita di pemerintahan masih manual. Jadi, kita harus beradaptasi dan bergerak cepat ke arah digital,” katanya.
Christian berharap, melalui kolaborasi yang solid maka Kupang akan terus bergerak maju menjadi kota yang mampu menahan inflasi sekaligus mempercepat transformasi digital.

