Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Malaka mengapresiasi PT PLN (Persero) atas langkah cepat memulihkan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor Unit 2 di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sempat terjadi pemadaman berjam-jam selama beberapa hari.
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu dari Malaka Sabtu menyampaikan terima kasih kepada PLN yang dinilai sigap menangani gangguan pasokan listrik hingga masyarakat kembali menikmati listrik secara normal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malaka, kami berterima kasih kepada PLN yang telah bergerak cepat,” katanya.
Dia menjelaskan pemadaman yang terjadi dipahami sebagai bagian dari upaya pemeliharaan, walaupun dia. mengaku banyak yang mengeluh soal pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa hari tersebut.
Saat ini ujar dia masyarakat di daerah tersebut dapat kembali menikmati listrik dengan normal, dan itu sangat berarti.
Anggota DPRD Malaka Andri Rodrigues, turut memberikan apresiasi atas profesionalisme PLN dalam menanggapi gangguan sistem kelistrikan di Pulau Timor.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada PLN. Dalam waktu singkat mereka mampu memulihkan pasokan listrik. Respons cepat ini menunjukkan profesionalisme dan komitmen pelayanan yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Malaka Paskalis Wendelinus Nahak, menilai penanganan PLN terhadap gangguan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kerja nyata bagi masyarakat.
“Pemadaman memang mengganggu, tetapi cara PLN menangani situasi ini sangat patut diapresiasi. Koordinasi, komunikasi terbuka, dan pemulihan cepat adalah bukti bahwa PLN bekerja dengan hati untuk masyarakat,” ujarnya.
PLN berhasil memulihkan PLTU Timor Unit 2 pada 4 November 2025 pukul 20.35 WITA, tiga hari lebih cepat dari target semula pada 7 November.
Keberhasilan ini berdampak langsung pada lebih dari 264.500 pelanggan di Pulau Timor, termasuk di wilayah Malaka dan Belu, yang kini kembali menikmati pasokan listrik secara normal tanpa gangguan.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Atambua, Daniel Antonius Meok, menjelaskan bahwa pemulihan cepat ini merupakan hasil kerja kolaboratif dan komitmen seluruh tim PLN di lapangan.
“Tim kami bekerja 24 jam tanpa henti dengan koordinasi lintas divisi. Terima kasih atas doa dan pengertian warga Pulau Timor; semangat mereka menjadi energi bagi kami untuk terus menjaga keandalan sistem dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Saat ini, sistem kelistrikan Pulau Timor telah kembali stabil dengan total daya mampu mencapai 200 megawatt (MW) dan beban puncak tertinggi 131 MW.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemulihan cepat PLTU Timor Unit 2 tidak hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral PLN kepada masyarakat.
“Pemulihan cepat ini adalah wujud tanggung jawab moral PLN untuk menjaga kepercayaan publik. Kami akan terus memperkuat sistem, mempercepat respons, dan memastikan seluruh pelanggan di NTT merasakan keandalan listrik yang berkelanjutan,” tegasnya.

