Kupang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menerjunkan 895 personelnya dalam operasi Zebra Turangga 2025 di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur yang pelaksanaannya dimulai pada Senin (17/11) hingga 30 November 2025.
"Kita siapkan 895 personel dalam kegiatan ini untuk menegaskan disiplin lalu lintas," kata Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro di Kupang, Senin.
Dalam amanat Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan kembali arah kebijakan Polri Presisi yang menempatkan Polri sebagai pelayan publik.
“Kita adalah pelayan publik, bukan penguasa. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang tulus dan penuh cinta untuk kebaikan bersama,” ujar Brigjen Baskoro.
Di hadapan personel Polda NTT dan instansi terkait dia menegaskan bahwa Operasi Zebra Turangga 2025 bertujuan mendukung amanat UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dimana untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan serta menurunkan fatalitas kecelakaan, membangun budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Operasi Zebra tahun ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan humanis, serta didukung penegakan hukum secara selektif melalui ETLE statis, ETLE mobile, dan tilang manual terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal," ujar dia.
Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun sebelumnya sepanjang 2024, terjadi lebih dari 1.200 kasus kecelakaan, dengan sekitar 180 korban meninggal dunia, dan ribuan lainnya luka berat maupun ringan.
Per Juni 2025, angka kecelakaan tercatat sudah mencapai lebih dari 650 kasus, menunjukkan tren peningkatan di beberapa wilayah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, dan Kabupaten Sikka.
Dalam pelaksananya dia mengatakan tidak hanya bisa dikerjakan atau dilaksanakan oleh Polantas saja, tetapi butuh sinergi berbagai pihak.
Dalam operasi kali ini Polda NTT menargetkan beberapa capaian utama selama pelaksanaan operasi, antara lain,meningkatnya disiplin masyarakat di jalan raya, menurunnya jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, berkurangnya fatalitas korban kecelakaan,meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri, serta terwujudnya kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman.
Wakapolda juga dalam arahannya kepada sejumlah anggota agar mengedepankan pendekatan humanis,persuasif dan komunikasi sosial, serta meningkatkan penjagaan, pengaturan, dan patroli berbasis data rawan pelanggaran serta laka lantas, dan menghindari pelanggaran disiplin dan kode etik.

