Batam (ANTARA) - Deputi Bidang Investment and Enterprises BP Batam, Fary Djemy Francis, memaparkan perkembangan investasi Batam pada forum internasional “The Second Edition of Islands of Growth”, yang dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Dubes RI Suryo Pratomo, Chairman EDB Singapore Png Cheong Boon, dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Pada pemaparannya Fary mengumumkan bahwa Batam mencatat komitmen investasi USD 10,35 miliar dari 20 perusahaan global di sektor energi, manufaktur lanjutan, industri maritim, dan logistik.
“Investor kini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Batam. Mereka melihat arah pembangunan yang semakin jelas dan layanan yang lebih pasti,” ujarnya.
Ia menjelaskan perubahan besar dalam rantai pasok global menjadikan Batam-Bintan-Karimun (BBK) semakin strategis sebagai kawasan industri dan logistik.
Hal tersebut didukung dengan lokasi Batam, berjarak 20 kilometer dari Singapura, yang sulit ditandingi wilayah lain di Asia Tenggara.
Di hadapan peserta forum, Fary turut memperkenalkan layanan baru bertajuk “Batam – Your Best Friend to Invest”.
Inisiatif ini, katanya, mencakup kehadiran Investment Dashboard, layanan komunikasi satu pintu, standar waktu layanan yang lebih pasti, hingga Mobile Investment Clinics untuk mempercepat penyelesaian kendala di lapangan.
Selain penguatan layanan, Batam juga menegaskan arah pengembangan industri hijau melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi dan rencana pengembangan kawasan rendah karbon.
“Batam terbuka, dipercaya dan bergerak cepat. Invest in Batam– where proximity meets possibility,” tutupnya.

