Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) mengapresiasi PT PLN (Persero) yang berkomitmen memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Flores bagian barat, khususnya di Kota Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Tanpa pasokan listrik yang handal, mustahil kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri pariwisata juga tidak dapat terlaksana dengan baik,” kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng di Labuan Bajo, Selasa.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam kegiatan Customer Gathering 2025 yang digelar PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat di Labuan Bajo.
Yulianus juga menjelaskan ketersediaan listrik yang stabil dinilai menjadi elemen yang krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran aktivitas pariwisata.
“Dalam rangka percepatan pemerataan listrik, di desa-desa dan di Labuan Bajo kini hampir tidak ada lagi pemadaman," ujarnya.
Yulianus juga menyatakan bahwa rasio elektrifikasi di wilayah Manggarai Barat saat ini telah melampaui 99 persen.
“Hanya beberapa desa yang belum teraliri listrik, sekitar 2.887 kepala keluarga. Kami yakin, paling lambat tahun depan semua sudah mendapat akses listrik,” ungkapnya.
Pemkab Manggarai Barat, lanjut dia, juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan PLN serta para pelaku usaha untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk penyelesaian berbagai kendala seperti masalah lahan untuk pembangunan gardu induk PLN.
“Kami percaya, dengan sinergi yang handal, kita akan mewujudkan Flores yang terang, maju, dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat Eki Putra, dalam keterangannya menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat yang telah mencapai 4,93 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi NTT sebesar 3,74 persen.
Eki menilai pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding lurus dengan kenaikan konsumsi listrik yang melonjak hingga 12 persen pada 2025.
“Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga desa-desa. Masyarakat kini dapat memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih. Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas 108,49 MW dengan kontribusi energi baru terbarukan (EBT) sekitar 20 persen. Salah satu inovasi yang sudah berjalan adalah pemasangan dua unit Super Solar Charging Station (Super SCS) di Pulau Padar yang menunjang aktivitas pariwisata dan penggunaan tiket elektronik.
Lebih lanjut, PLN juga berencana menyediakan fasilitas Super SCS di Pulau Komodo. Selain itu, melalui program Renewable Energy Certificate (REC), pelanggan dapat mengklaim penggunaan listrik 100 persen dari sumber energi terbarukan.
“Terima kasih kepada Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo yang telah menjadi rumah sakit pertama di NTT yang menggunakan REC PLN sehingga operasionalnya dapat diklaim nol emisi,” katanya.

