Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar bimbingan teknis (bimtek) literasi informasi dan membaca nyaring bagi guru, pustakawan, dan pegiat literasi serta orang tua guna meningkatkan kapasitas literasi di daerah itu.
“Bimtek literasi informasi bertujuan membekali peserta kemampuan mengenali kebutuhan, penelusuran, evaluasi, dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang Jusup Eduard Penu Weo di Kupang, Kamis.
Ia mengatakan bimtek literasi informasi diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri atas para guru, pustakawan, dan pegiat literasi daerah. Dalam proses bimtek, selain mendapatkan materi para peserta juga berbagi praktik baik dari pengembangan literasi di taman bacaan maupun komunitas masing-masing.
Sementara itu, bimtek membaca nyaring bertujuan mengenalkan kegiatan membaca di keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.
“Bimtek ini menumbuhkan minat baca dan literasi anak sesuai dengan usia mereka, yang dimulai dalam keluarga, sebagai bagian dari literasi keluarga,” katanya menambahkan.
Adapun narasumber dalam dua bimtek tersebut yakni akademisi, widyaswara, dan jurnalis.
Pada kesempatan sama, Akademisi Universitas Nusa Cendana Kupang Paulina Maria Yovita Kosat selaku pemateri menjelaskan bahwa membaca nyaring merupakan teknik membaca yang melibatkan ekspresi, intonasi, jeda, dan gerak tubuh agar intisari bacaan dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar.
“Dengan teknik ini, anak dapat membangun daya imajinasi yang lebih kuat, memperoleh pengetahuan baru dari bacaan, serta mampu mengungkapkan kembali isi bahan bacaan,” ujarnya.
Yovitas berharap melalui rangkaian bimtek tersebut pustakawan dan relawan taman baca di NTT tidak hanya menyediakan layanan dan ruang baca, tetapi juga berkontribusi lebih dalam memberikan pemahaman dan dukungan literasi serta numerasi kepada anak-anak.
Adapun peserta bimtek membaca nyaring terdiri atas 50 guru TK/PAUD/SD, 50 orang tua, serta 50 pustakawan dan pegiat literasi.

