Pemilih milenial langsung mencoblos pada Pemilu 2019

id milenial

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Johanis Tunbonat. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Sebanyak 2.000 pemilih milenial yang telah melakukan perekaman data e-KTP di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur langsung mencoblos pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 2.000 pemilih milenial yang telah melakukan perekaman data e-KTP di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur langsung mencoblos pada pelaksanaan Pemilu 2019.

"Mereka berhak menjadi pemilih pada Pemilu 17 April 2019 setelah melakukan perekaman data e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kupang," kata juru bicara KPU Kabupaten Kupang Johanis Tunbonat di Oelamasi, Jumat (12/4).

Menurut salah satu komisioner KPU Kabupaten Kupang ini, para pemilih milenial di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste, itu bisa memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS)  sesuai  domisili di data kependudukan yang bersangkutan.

Ia mengatakan, para pemilih milenial yang telah melakukan perekaman data e-KTP masuk dalam DPK (daftar pemilih khusus).

Menurut dia,  para pemilih yang masuk dalam kategori DPK akan diberikan waktu memilih mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WITA  atau satu jam sebelum pelaksanaan pemilihan ditutup.

"Parah pemilih yang masuk dalam DPK hanya diberikan waktu satu jam untuk memilih di TPS tempat pemilih berdomisili apabila surat suara tersedia," kata Johanis.

Johanis mengatakan, apabila surat suara tidak tersedia di TPS di tempat pemilih milenial berdomisili, diminta mendatangi TPS terdekat dalam satu kelurahan yang masih memiliki surat suara lebih.

"KPU sudah siapkan dua persen surat suara cadangan untuk digunakan para pemilih yang masuk dalam kategori DPK, apabila surat suara di satu TPS habis, maka bisa mendatangi TPS lain dalam satu kelurahan," katanya.

Baca juga: Dukcapil Kabupaten Kupang jaring 2.000 pemilih milenial
Baca juga: Pemilih milenial terus didorong ikut Pemilu 2019
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar