Kupang, NTT (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur mencatat 31.775 orang telah mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) sebagai bagian dari edukasi dan literasi investasi di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025.
“Sejak awal tahun hingga 30 November 2025, tercatat 31.775 orang telah mengikuti kelas edukasi pasar modal melalui 448 kegiatan yang digelar secara luring dan daring,” kata Kepala BEI Perwakilan NTT Adevi Sabath Sovani di Kupang, Senin (8/12).
Ia menjelaskan BEI menyediakan program SPM dalam berbagai level yang bekerjasama dengan perusahaan sekuritas, manajer investasi, analis pasar modal, dan stakeholders pasar modal lainnya.
“SPM bertujuan untuk memberikan edukasi agar seseorang semakin memahami produk dan risiko dalam berinvestasi di pasar modal,” katanya.
Ia menyebut salah satu hal yang didorong lewat SPM adalah peserta mampu membuka rekening efek secara mandiri di perusahaan sekuritas sesuai pilihan masing-masing serta membeli produk investasi dengan keputusan logis dan teredukasi.
Menurut dia, terdapat korelasi antara pelaksanaan SPM dan pertumbuhan jumlah investor pasar modal di NTT. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) selama empat tahun terakhir, yakni 35.761 SID pada 2021, 56.872 SID (2022), 79.026 SID (2023), dan 102.898 SID (2024).
“Tahun ini, jumlahnya mencapai 133.048 SID, atau naik 29 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Adevi.
Ia menilai pertumbuhan investor pasar modal di wilayah NTT masih sangat potensial. Untuk itu, BEI NTT terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membekali diri dengan pengelolaan keuangan dan investasi.
Ia juga berharap agar informasi terkait SPM semakin luas diketahui dan diakses oleh masyarakat di provinsi berbasis kepulauan tersebut guna mendukung peningkatan literasi investasi dan kemandirian finansial.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BEI NTT tingkatkan literasi pasar modal bagi 31.775 orang lewat SPM

