Ekonomi NTT terus tumbuh hingga 5,13 persen

id Ekonomi NTT

Kantor Bank Indonesia cabang NTT di Jalan Raya El Tari Kupang. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

"Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami pertumbuhan selama tiga tahun terakhir, " kata ekonom James Adam.
Kupang (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) Dr James Adam, MBA mengatakan, ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami pertumbuhan selama tiga tahun terakhir.

"Pertumbuhan ekonomi NTT itu bisa kita lihat dalam tiga tahun terakhir yakni pada 2016 tumbuh 5,12 persen, 2017 tumbuh hanya mencapai 5,11 persen dan 2018 tumbuh sebesar 5,13 persen," kata James Adam kepada Antara di Kupang, Minggu (14/4).

Ia mengatakan harus diakui bahwa pertumbuhan ekonomi NTT belum memberikan dampak yang besar, karena itulah ciri dari NTT sebagai daerah tertinggal.

Menurut dia, ekonomi pada zaman pemerintah Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  terjadi peningkatan setiap tahun, dan ini menunjukman bahwa kesejahteraan masyarakat dan pendapatan per kapita berubah secara positif.

Artinya, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) meningkat dan itu berarti pendapatan masyarakat juga bertambah, katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) NTT merilis, perekonomian NTT pada 2018 tumbuh 5,13 persen dibanding 2017 dan 2016. Pada 2017 perekonomian NTT tumbuh 5,11 persen dan pada  2016 tumbuh sebesar 5,12 persen.

Baca juga: Ekonomi NTT terus bertumbuh

Sementara itu, hasil kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikeluarkan Bank Indonesia menunjukkan, ekonomi NTT pada 2018 tercatat tumbuh sebesar 5,13 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,11 persen (yoy).

Peningkatan pertumbuhan, terutama disebabkan oleh melambatnya impor antardaerah, seperti barang-barang konsumsi maupun konstruksi daerah.

Sementara indikator lain dari sisi permintaan seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah maupun pembentukan modal tetap bruto (PMTB)/investasi menunjukkan perlambatan.

Berdasarkan lapangan usaha, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi serta perdagangan besar dan eceran menjadi pendorong utama akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT pada 2018 sebesar 5,13 persen
Baca juga: BI : Tahun politik dorong pertumbuhan ekonomi NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar