Manggarai Barat, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga 11 Desember 2025 mencapai Rp261 miliar atau 92,97 persen dari total target tahun 2025 sebesar Rp288 miliar.
"Saya yakin realisasi PAD di atas 95 persen hingga akhir tahun ini," kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dihubungi di Labuan Bajo, Jumat (12/12).
Ia menambahkan sektor pariwisata menjadi menjadi sektor yang berkontribusi paling besar dalam peningkatan PAD Kabupaten Manggarai Barat.
"Untuk tahun ini sektor pariwisata menyumbang lebih dari 60 persen untuk PAD Manggarai Barat, selebihnya dari Pajak Galian C, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi daerah lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan dalam upaya meningkatkan PAD di wilayah itu pemerintah daerah berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk secara intensif bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam optimalisasi pendapatan daerah.
Pemkab Manggarai Barat, lanjut dia, telah menetapkan target PAD sebesar Rp310 miliar pada tahun 2026. Untuk mengoptimalkan PAD Pemkab Manggarai Barat akan menggenjot Pajak Hotel dan Restoran dari kapal wisata (hotel terapung) di Labuan Bajo serta Pajak Sarang Burung Walet.
"Kedua objek pajak itu sudah ada peraturan daerah, kami optimalkan," katanya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan PAD melalui Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2).
"Upaya meningkatkan PAD bukan hanya pemerintah daerah, tapi seluruh pihak terkait, sehingga mari kita laporkan pajak apa adanya, dan tepat waktu karena uang pajak nanti bukan untuk kami tapi untuk kepentingan pembangunan daerah," katanya.
PAD Kabupaten Manggarai Barat terus mengalami kenaikan setiap tahun. PAD Manggarai Barat tahun 2021 mencapai Rp154,7 miliar, meningkat menjadi Rp190,8 miliar pada 2022, Rp248,8 miliar pada 2023 dan Rp 273,9 miliar pada 2024.

