Logo Header Antaranews Kupang

NTT Diselumuti Hujan dan Petir

Kamis, 2 Februari 2017 16:07 WIB
Image Print
NTT masih dilanda hujan disertai petir
Hasil foto satelit dan analisis prakirawan BNKG Kupang menyebutkan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir.

Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kupang mengeluarkan peringatan dini agar warga Nusa Tenggara Timur tetap mewaspadai hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir, berpotensi mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor.

"Hasil foto satelit dan analisis prakirawan BNKG Kupang menyebutkan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir, banjir bandang dan tanah longsor sehingga perlu diwapadai," kata Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang Sti Nenot`ek di Kupang, Kamis.

Secara lokal katanya hujan dengan intensitas itu mengguyur wilayah Uulain, seluruh wilayah Semau, Kpang, Amfoang, Amarasi, Fatuleu, Amabi Oefeto, Takari, Nekamese, Taebenu, Sulamu, Taimaman-Tanini, Poonbaun Kabupaten Kupang.

Cuaca ektrem serupa katanya diperkirakan meluas ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Sabu raijua dan Kabupaten Rote NDao.

Kondisi ini katanya masih terus berlangsung hingga siang bahkan malam harinya tanggal 2 Februari 2017 sehingga perlu diwaspadai agar menghindari peristiwa banjir bandang di lokasi pembangunan Bendungan Raknamo, Senin (30/1), yang merenggut nyawa empat orang pekerja akibat terseret banjir bandang.

Empat orang meninggal dalam banjir bandang di lokasi pembangunan Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Rahmat Priyadi (24), warga RT.006/RW.003, Desa Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, Maluku Utara dan Ade Jumat alias Juju (56), warga RT.002/RW.004, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Jawa Barat.

Sementara Moses Masan (28) asal Pati, Jawa Tengah, belum ditemukan hingga operasi pencarian dilakukan tim SAR Kupang dihentikan, Senin, pukul 18.00 Wita.

Sementara itu banjir mengenangi ratusan rumah warga di tujuh desa di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara, NTT, Rabu (1/2).

Ketinggian air di rumah penduduk berkisar 1,5 meter, namun peristiwa itu tidak menelan korban jiwa. Di Kabupaten Belu, rumah penduduk yang tergenang banjir terjadi di dua desa yakni Dualaus dan Fatuketi di Kecamatan Kakuluk Mesak.

Di Timor Tengah Utara, musibah banjir terjadi di empat desa di Kecamatan Biboki Anleu yakni Oemanu, Ponu, Nonotbatan, dan Sifaniha. Satu desa lagi yakni Oesoko di Kecamatan Insana Utara.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026