Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag NTT dorong digitalisasi dan moderasi di madrasah

Sabtu, 7 Februari 2026 06:52 WIB
Image Print
Foto Berita Website - 47. Pose bersama dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan Islam Provinsi NTT.  (ANTARA/HO-Kemenag NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Timur mendorong percepatan transformasi digital dan penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Islam di wilayah setempat.

Kepala Kanwil Kemenag NTT Kariyanto di Kupang, Jumat, mengatakan penguatan digitalisasi dan moderasi beragama penting agar kualitas madrasah di NTT memiliki daya saing di tingkat nasional.

“Madrasah harus dikelola secara adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya dalam dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Islam Provinsi NTT.

Ia menegaskan digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola, layanan administrasi, dan proses pembelajaran.

“Teknologi diciptakan untuk memudahkan. Tanda tangan bisa menggunakan tanda tangan elektronik, layanan dan pembelajaran dapat dilakukan secara digital. Jangan takut digitalisasi,” katanya.

Selain penguatan teknologi, ia juga menekankan pentingnya moderasi beragama dan penciptaan lingkungan pendidikan yang ramah anak.

Kariyanto mengingatkan agar madrasah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan, kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi.

“Madrasah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter, bukan ruang yang menakutkan. Keteladanan pendidik adalah kunci pembentukan pribadi peserta didik yang moderat dan berakhlak,” ujarnya.

Melalui rakor tersebut, ia mendorong jajaran pendidikan Islam untuk menetapkan target kinerja yang terukur, seperti peningkatan literasi dan numerasi peserta didik, akreditasi madrasah, sertifikasi guru, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan program toleransi dan moderasi beragama.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam mendukung penyediaan sarana pendidikan, beasiswa, dan pengembangan program vokasi.

“Kita ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, madrasah di NTT mampu bersaing di tingkat nasional dan melahirkan generasi yang disiplin, moderat, berprestasi, dan berkarakter,” katanya.

Adapun Rapat Koordinasi Pendidikan Islam Provinsi NTT 2026 mengusung tema “Sinergitas Membangun Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi” sebagai forum konsolidasi program strategis Pendidikan Islam di NTT.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026