
Kemenag menugaskan 96 dai melayani wilayah 3T di NTT selama Ramadhan

Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menugaskan sebanyak 96 dai/daiyah ke sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil koordinasi melalui Zoom bersama para pejabat dari 10 kabupaten ditambah Sumba Timur, total ada 11 kabupaten dengan 96 dai/daiyah yang siap bertugas selama Ramadhan,” kata Plh. Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTT H. Achmad Alkatiri di Kupang, Rabu.
Ia menjelaskan program Dai 3T merupakan upaya Kementerian Agama dalam pemerataan akses pembinaan keagamaan, khususnya pada momentum Ramadhan, agar seluruh masyarakat termasuk yang berada di wilayah 3T tetap mendapatkan pendampingan spiritual yang berkualitas dan berkelanjutan.
Program ini merupakan prioritas Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Penerangan Agama Islam yang berkolaborasi dengan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Penetapan wilayah 3T sendiri mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT melalui Bidang Haji dan Bimas Islam turut mengambil bagian aktif dalam menyukseskan program tersebut.
Sebanyak 96 dai/daiyah asal NTT siap diterjunkan ke 11 kabupaten wilayah 3T selama bulan Ramadhan 1447 H (Februari–Maret 2026), sebagai bagian dari program nasional pengiriman 1.500 dai ke seluruh Indonesia.
Adapun sebaran 96 dai/daiyah tersebut meliputi 37 dai di Kabupaten Timor Tengah Selatan, 12 dai di Kabupaten Alor, 8 dai di Kabupaten Belu, 2 dai di Kabupaten Malaka, 8 dai di Kabupaten Sumba Tengah, 8 dai di Kabupaten Sumba Barat Daya, 3 dai di Kabupaten Sumba Timur, 7 dai di Kabupaten Manggarai Timur, 5 dai di Kabupaten Lembata, 5 dai di Kabupaten Kupang, dan 2 dai di Kabupaten Rote Ndao.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT Kariyanto mengucapkan selamat dan apresiasi kepada para dai/daiyah yang bersedia mengabdi di wilayah pelosok NTT.
“Kehadiran para dai di wilayah 3T bukan sekadar menjalankan tugas Ramadhan, tetapi membawa misi pembinaan umat, penguatan pemahaman keagamaan yang moderat, serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat. Ini adalah wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memastikan layanan keagamaan menjangkau hingga pelosok negeri,” katanya.
Ia menegaskan wilayah 3T tidak boleh dipandang sebagai daerah pinggiran, tetapi sebagai ruang pengabdian dan ladang dakwah yang strategis untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
