Logo Header Antaranews Kupang

Pemprov NTT kolaborasi dalam gerakan pangan murah jaga inflasi daerah

Kamis, 12 Maret 2026 13:16 WIB
Image Print
Kegiatan Gerakan Pangan Murah serentak 32 stasiun TVRI daerah yang berlangsung di depan Kantor TVRI NTT, di Kupang, Rabu (11/3/2026).  (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berkolaborasi dalam gerakan pangan murah menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah 2026, guna menjaga stabilitas pasokan pangan dan inflasi daerah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperingati hari besar keagamaan. Harga pangan di sini dibuat terjangkau sehingga dapat dibeli oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Billy Oemboe Wanda di Kupang, Rabu.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di Kantor TVRI NTT, Kota Kupang. Kegiatan kolaboratif tersebut dilaksanakan serentak di 32 stasiun TVRI daerah.

Ia menjelaskan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi global yang saat ini tidak menentu.

“Kehadiran pemerintah bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, agar tidak terjadi kepanikan sekaligus untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia turut mengapresiasi para mitra dan distributor yang terlibat dalam mendukung ketersediaan pangan sehingga masyarakat lebih terbantu menjelang hari raya keagamaan.

“Di sini tersedia beras, minyak, telur, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, ada juga petani milenial yang menjual langsung hasil usaha mereka seperti kacang panjang dan bawang merah,” tambah dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan demi menghindari terjadinya panic buying.

“Ke depan, kegiatan serupa dilaksanakan di beberapa titik lainnya guna mendukung stabilisasi pangan nasional. Dinas Pertanian NTT merencanakan sekitar tujuh titik kegiatan hingga tingkat kabupaten dalam tahun ini,” katanya.

Pada kesempatan sama, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menyampaikan melalui kegiatan tersebut pihaknya berupaya mendekatkan produk pangan Bulog kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan secara intens hampir dua minggu terakhir.
Bulog hadir dengan berbagai produk pangan seperti beras, gula, dan minyak goreng Minyakita untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut beras yang disediakan sempat habis pada pengambilan pertama sehingga panitia kembali menambah stok.
“Pada tahap awal saja, beras yang disalurkan sudah mencapai sekitar dua ton. Karena itu, kami kembali mendatangkan pasokan tambahan. Jika dihitung, total beras yang sudah disalurkan hari ini sudah mencapai sekitar empat ton,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan secara nasional stok beras Bulog mencapai sekitar 3,7 juta ton sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras.

“Kami juga memastikan bahwa stok beras di NTT dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang tersedia di gudang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar lima hingga enam bulan ke depan,” katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026