
Pemudik yang melintas melalui Bandara El Tari Kupang naik 27 persen

Kupang (ANTARA) - Posko Angkutan Lebaran Bandara Internasional El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencatat terhitung dari H-8 hingga H-4 Idul Fitri pada Selasa (17/3) kemarin jumlah pemudik yang melintas melalui bandara itu naik 27 persen dibandingkan tahun 2025.
"Terjadi kenaikan yang signifikan selama lima hari pembukaan posko angkutan udara lebaran 2026 dibandingkan tahun 2025 lalu yang jumlahnya 15.092 pemudik," kata General Manager Bandar Udara Internasional El Tari Kupang Teguh Darmawan Saiman di Kupang, Rabu.
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan arus mudik melalui bandara Internasional El Tari Kupang, terhitung dari H-8 hingga H-4 Idul Fitri.
Dia menjelaskan, peningkatan tersebut tergambarkan lewat hasil rekapitulasi statistik Angkutan Lebaran 2026, di mana selama lima hari pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026.
Secara keseluruhan total pemudik yang menggunakan bandara El Tari sebagai lokasi mudik mencapai 19.223 penumpang.
Dalam lima hari arus mudik tersebut, ujar dia, jumlah pemudik terbanyak mencapai 4.626 pemudik. Jumlah tersebut tercatat pada H-7 Idul Fitri pada Sabtu (14/3) pekan lalu.
Sementara untuk H-3 Idul Fitri, jumlah pemudik yang melewati bandara El Tari diprediksi berkisar dari 3.400an hingga 4.028 pemudik.
Selain pergerakan penumpang, pergerakan pesawat juga menunjukkan peningkatan yang tinggi, yakni mencapai angka 28 persen.
“Lima hari Posko Lebaran 2026 ini terdapat 214 pergerakan pesawat, sedangkan tahun lalu hanya 167 pergerakan pesawat,” tambah dia.
Selain berfokus pada kesiapan operasional dan personel bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang, manajemen bandara Internasional El Tari Kupang juga terus memastikan kesiapan fasilitas pendukung lainnya.
Salah satunya dengan berkomunikasi intensif dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik bandara berjalan lancar selama periode Posko Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026.
Teguh Darmawan Saiman mengatakan, pihak bandara juga secara konsisten berkoordinasi dengan Perum LPPNPI, BMKG, serta seluruh stakeholder untuk memantau perkembangan cuaca secara real time.
"Sekaligus memastikan setiap keputusan operasional dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku," tambah dia.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
